Lemsaneg ingatkan Jokowi hati-hati dengan penyadapan

"Seharusnya menggunakan alat resmi jangan yang swasta," kata Kepala Lemsaneg Djoko Setiadi.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Lemsaneg ingatkan Jokowi hati-hati dengan penyadapan
jokowi usai hadiri rapat. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori

Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Djoko Setiadi mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) harus lebih hati-hati menyusul penyadapan yang terjadi di lingkungan rumah dinasnya di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Menurut dia, penyadapan bisa dilakukan siapa saja."Kalau itu (penyadapan) bisa dilakukan siapa saja. Saya sarankan agar pak Jokowi bisa lebih hati-hati dan jaga diri," kata di kantornya, Jakarta, Jumat (28/2).Ia menambahkan, seharusnya Jokowi menggunakan alat pendeteksi resmi yang dikeluarkan oleh Lemsaneg. Karena ada kekhawatiran jika menggunakan alat pendeteksi sembarangan, malah akan menciptakan blunder."Seharusnya  menggunakan alat resmi jangan yang swasta. Kalau menggunakan alat swasta, jangan-jangan malah dari alat itu bisa disadap," jelasnya.Sementara itu, Jokowi memastikan kerjasamanya dengan Lemsaneg tak ada hubungannya dengan penyadapan yang dialaminya. Kerjasama ini salah satunya untuk mengatasi penyadapan lebih lanjut terhadap dirinya dan data-data milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta."Juga masalah sadap menyadap peralatan semuanya ada. Baik untuk deteksi, proteksi dan memasang kontra pengindraan. Apalagi yang dibutuhkan? Semuanya ada sama Lemsaneg. Nggak perlu pakai swasta-swasta punyalah," tutupnya.

Rekomendasi