Tan Malaka: Saya kecewa dengan sikap Bung Karno

Perbedaan cara berjuang untuk meraih kemerdekaan antara Tan Malaka dengan Soekarno terus berlanjut setelah proklamasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tan Malaka: Saya kecewa dengan sikap Bung Karno
tan malaka. ©2014 Merdeka.com

Tan Malaka memiliki idealisme tanpa kompromi dengan penjajah Belanda dan Jepang. Bagi Tan, kemerdekaan Indonesia harus diraih 100 persen, jika perlu dengan jalan perang.Tan Malaka tak mau kemerdekaan Indonesia diraih dari belas kasihan penjajah. Dialog dengan Belanda dan Jepang baru bisa dilakukan jika Indonesia telah diakui kemerdekaannya secara penuh dan pasukan negara penjajah hengkang dari Tanah Air.Prinsip Tan Malaka itu awalnya sangat dikagumi oleh Soekarno . Diam-diam Bung Karno mengagumi pemikiran sang patjar merah. Bung Karno bahkan mempelajari semua pemikiran dan teori Tan Malaka , salah satunya adalah Massa Aksi.Namun, Tan menilai idealisme Bung Karno soal kemerdekaan Indonesia harus diraih melalui perjuangan tanpa meminta belas kasihan dari penjajah luntur pasca-Jepang masuk ke tanah air.Gaung Bung Karno saat sebelum proklamasi sangat berbeda setelah proklamasi bergulir. Gerakan massa aksi yang menjadi fatronnya saat masa penjajahan Belanda tidak kedengaran lagi bunyinya saat Negeri Matahari Terbit berkuasa di Indonesia.Dalam buku 'Dari Penjara ke Penjara Jilid III' Tan mengaku kecewa atas sikap Bung Karno . Kobaran semangat juang yang diproklamirkan sang proklamator saat pendudukan Jepang dan pasca-proklamasi dinilai Tan hanya sebagai pemanis bibir semata di depan masyarakat."Bukannya Partai Nasionalis Indonesia (PNI) langsung menentang Pemerintah Hindia Belanda, melainkan imperialisme-kapitalisme yang jauh, abstrak, yang tergantung diawang-awang," kata Tan Malaka .Tan Malaka kecewa terhadap Bung Karno yang lebih mengharapkan kemerdekaan Indonesia dari hasil 'hadiah' Jepang ketimbang lewat perjuangan nyata. Padahal hal itu tidak menggambarkan perjuangan rakyat karena meminta belas asih dari Jepang."Tetapi kalau kita pelajari perbuatannya Ir. Soekarno , maka kita terpaksa mengambil kesimpulan, bahwa dia tidak memusingkan analysenya masyarakat Indonesia," kata Tan Malaka .Perbedaan cara berjuang untuk meraih kemerdekaan antara Tan Malaka dengan Soekarno terus berlanjut hingga setelah proklamasi dan kedatangan tentara sekutu yang diboncengi Belanda.

Rekomendasi