Tujuh gajah di Riau tewas diracun

Saat ditemukan, gading-gading gajah itu sudah hilang.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Tujuh gajah di Riau tewas diracun
gajah mati. ©2012 Merdeka.com/haidir anwar

Sebanyak tujuh ekor gajah ditemukan tewas di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Tujuh hewan itu mati mengenaskan tanpa ada gadingnya.Humas World Wildlife Fund (WWF) Riau Syamsidar, mengatakan, kematian ketujuh gajah tersebut diduga karena diracun. "Kalau dilihat dari kondisi fisiknya, kematian ketujuh gajah ini bukan karena perburuan liar. Tapi kemungkinan besar diracun. Pihak berwenang harus menyelidiki kematian ini," kata Syamsidar, Sabtu (22/2).Syamsidar mengatakan, sebelum menemukan ketujuh ekor gajah yang mati ini, awalnya WWF telah menemukan 2 bangkai gajah di konsesi lahan milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), sektor Basah, Kabupaten Pelalawan. "Penemuannya terjadi pada Sabtu (15/2) lalu. Jenis kelaminnya adalah jantan. Kondisinya sudah mulai membusuk dan diduga sudah mati cukup lama," jelas Syamsidar.Selang beberapa hari, WWF bersama pihak Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), kembali menemukan empat gajah lagi yang mati. "Kondisinya gajah yang mati saat itu, hampir tinggal tulang belulang. Tiga di antaranya berjenis kelamin jantan dan satunya lagi berkelamin betina dewasa," ungkap Syamsidar.Kemudian, WWF kembali menemukan satu lagi bangkai gajah pada Jum'at (21/2) kemarin. "Kondisinya tinggal tulang dan gadingnya sudah tidak ada karena dicabut atau dicuri," kata Syamsidar.Menurut Syamsidar, gajah betina diperkirakan berumur 30 tahun, sedangkan gajah jantan lainnya masih muda dan diperkirakan berumur 1 tahun 6 bulan. "Bangkai sudah diamankan pihak BKSDA," jelasnya.Penemuan gajah ini sudah dilaporkan WWF ke Polres Pelalawan. Selanjutnya, penyelidikan dilakukan pihak Dinas Kehutanan dibantu oleh Polres Pelalawan.Sementara menurut Kasubag Humas Polres Pelalawan AKP Lumban G Toruan, pihaknya akan menyelidiki kematian gajah ini. "Polisi membantu penyidik Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan untuk mengungkap pelakunya (peracunnya)," jelas Lumban.

Rekomendasi