Dulu, dolar Singapura dipakai di Riau disikat Bung Karno

Mata uang dolar Singapura, waktu itu menjadi satu-satunya mata uang yang dipakai di Riau.

Mohamad Taufik
Oleh Mohamad Taufik - Reporter
Dulu, dolar Singapura dipakai di Riau disikat Bung Karno
Soekarno. ©2012 Merdeka.com/dok

Presiden Pertama RI Soekarno butuh waktu tidak singkat untuk menyingkirkan dominasi ekonomi Singapura di kepulauan Riau, Sumatera. Sebab negeri jajahan Inggris itu sudah terlampau kuat menancapkan kukunya di Sumatera.Salah satu cara Soekarno menyikat dominasi ekonomi Singapura di Sumatera adalah melalui kampanye konfrontasi dengan Malaysia, yang juga sama-sama negara jajahan Inggris. Soekarno secara diam-diam membangun tim ekonomi yang hampir seluruhnya terdiri dari orang-orang Sumatera, para pengusaha, dan semuanya jutawan.Mereka di antaranya Dasaad, Hasyim Ning, Pardede, Bram Tambunan, Yusuf Muda Dalam, Potan Harahap, Markam dan satu-satunya bukan orang Sumatera ialah Ashlam yang berasal dari Makassar. Mereka memberi nasihat kepada Bung Karno , tapi di sisi lain mereka menjalankan politik Soekarno . Hal itu menunjukkan pendekatan Bung Karno yang praktis, "mengambil manfaat dari keadaan darurat". Akan tetapi, yang darurat di sini adalah Malaysia yang mengambil manfaat dari Sumatera. Strateginya adalah membebaskan Sumatera, sekali untuk selamanya dari cengkeraman kuku Singapura yang telah lama mengungkung pulau itu.Sejarah masa silam mencatat pemerintah Hindia-Belanda menyerahkan supremasi ekonomi kepada Singapura sebagai jajahan Inggris. Pemerintah Hindia-Belanda terpaksa menerima kenyataan yang patut dipersengketakan, bahwa Riau di Sumatera menjadi wilayah yang diawasi Singapura. Mata uang dolar Singapura, waktu itu menjadi satu-satunya mata uang yang dipakai di Riau, bukan uang jajahan Belanda atau rupiah. Pesisir Sumatera sebelah timur mulai dari Belawan-Deli sampai ke Selat Panjang di zaman penjajahan Belanda dikuasai Inggris Singapura.Penyelundupan yang merugikan ekonomi Belanda di Sumatera di jalankan dari Singapura. Uang palsu Hindia-Belanda dicetak di Singapura dan diselundupkan ke daerah jajahan Belanda tanpa banyak hambatan. Bahkan satu kartel Singapura menguasai usaha perikanan Bagan Siapi-api di Sumatera.Kondisi itu berlangsung lama, sejak zaman Hindia-Belanda, kemudian masa pendudukan Jepang, bahkan hingga pada awal Kemerdekaan RI 1945 hingga 1961. Riau menjadi tempat penyelundupan barang-barang dari Singapura.Presiden Pertama RI Soekarno butuh kerja keras menghapus dominasi ekonomi Singapura itu. Seperti ditulis Ganis Harsono dalam bukunya berjudul: Cakrawala Politik Era Sukarno. Ganis menulis cara-cara Soekarno melawan dominasi ekonomi Singapura di Riau.Bung Karno misalnya, pertama-tama menghapus uang dolar Singapura di Kepulauan Riau dengan memulai mengedarkan uang rupiah di daerah itu. Penyelundupan juga dapat dihentikan dengan terus menggiatkan pengawasan kapal-kapal patroli di perairan dan selat-selat kepulauan itu.Sabang di ujung Pulau Sumatera dijadikan pelabuhan bebas. Jalan lintas Sumatera yang sudah lama direncanakan, tapi lama pula tertangguh, akhirnya dapat dimulai pembangunannya. Negara-negara asing juga diusahakan agar mengadakan perdagangan langsung dengan Indonesia, dan jangan sampai membeli kekayaan Sumatera lewat perantara Singapura.

Rekomendasi