Di Palembang, tabung elpiji 3 kg berisi air

Tidak hanya berisi air, berat tabung tersebut sering dikurangi.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Di Palembang, tabung elpiji 3 kg berisi air
elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Setelah kesulitan mencari gas elpiji semua ukuran dampak naiknya harga elpiji 12 kg awal tahun lalu, beberapa warga Palembang kecewa lantaran tabung elpiji ukuran 3 kg tidak bisa digunakan. Rupanya ada tabung elpiji berisi air.Menurut Erlida (45), warga Jalan Talang Semut Kambang Iwak Palembang, ia beberapa kali menerima elpiji 3 kg tidak semuanya berisi gas tetapi sudah dicampur dengan air. Sehingga berat elpiji dalam tabung yang dibeli akan sama dengan berat elpiji sebenarnya."Saya pernah membeli elpiji 3 kg yang tidak bisa dipakai sama sekali karena isinya dicampur air," ungkapnya kepada merdeka.com, Senin (27/1).Tidak hanya berisi air, berat tabung tersebut sering dikurangi. Hal ini bisa dilihat dari masa pemakaian. Penjual gorengan ini mengaku elpiji 3 kg bisa mencukupi untuk kebutuhan memasak selama lima hari. Tetapi sekarang, hanya cukup untuk tiga hari saja.Pengakuan yang sama juga diungkapkan Mardiyah, warga Jalan Merdeka, Palembang. Menurutnya, isi tabung elpiji 3 kg saat ini sudah banyak dikurangi. Hal ini dibuktikan saat dicek dengan cara tabung dipasangkan pada regulator, tekanan gas yang tersedia dalam tabung baru ketahuan sudah menyusut. Jarum yang berfungsi sebagai penentu kekuatan gas yang ada di dalam tabung itu, hanya naik sampai ujung garis biru, padahal jika gas penuh garis menunjuk ke arah warna kuning."Sudah sering saya mendapatkan tabung elpiji yang hanya berisi setengah. Saya heran apakah isi elpijinya sengaja dikurangi oleh Pertamina, atau karena tabung yang bocor," ujarnya.Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Palembang, Juni Haslansi mengaku, belum menerima adanya laporan kecurangan tersebut. Jika pun terjadi kekurangan isi pada tabung ukuran 3 kg itu, bukan ada unsur kesengajaan dari Pertamina."Belum ada laporan sampai saat ini, akan kita cek lagi," tukasnya.

Rekomendasi