Fahri Hamzah sebut somasi pengacara SBY terkesan amatir

Fahri mengaku belum membaca surat somasi yang dilayangkan pengacara SBY.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fahri Hamzah sebut somasi pengacara SBY terkesan amatir
Fahri Hamzah. ©2013 Merdeka.com

Wasekjen PKS Fahri Hamzah mengaku belum mengetahui secara pasti perihal kebenaran surat somasi yang diberikan oleh pengacara Presiden SBY. Fahri mengaku sedang sibuk mengurusi persiapan menghadapi pemilu di daerah pemilihannya."Saya sedang di dapil, kebetulan ada janji di Bima, Dompu, Sumbawa dan mataram," kata Fahri saat dihubungi, Jumat (24/1).Fahri mengatakan, informasi tersebut malah baru didapatnya dari salah satu ajudannya. Tetapi dalam surat dilayangkan kurang lengkap isinya."Saya dengar dari sekretaris bahwa tim lawyer keluarga SBY kirim surat. Tapi katanya suratnya belum diteken. Katanya ada dua tempat tanda tangan yang ada tanda tangan hanya satu," ujarnya.

Topik pilihan: Buku SBY | Selalu Ada Pilihan Menurut Fahri, dirinya tidak berminat menanggapi langsung tindakan yang dilakukan kubu Cikeas. Pasalnya somasi yang dilayangkan itu terkesan amatir. "Maka kita lihat aja nanti. Sebab kesannya mereka enggak paham apa yang terjadi. Kesannya amatir," jelasnya.Meski begitu, informasi yang saat ini diterimanya, surat yang dibawa oleh kuasa hukum pihak Cikeas sudah ditarik lagi. "Tapi saya belum lihat sih. Katanya mereka ambil lagi suratnya karena belum diteken," pungkasnya.Sebelumnya, Tim Advokat dan Konsultan Hukum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar semua pihak bisa menghentikan tuduhan dan fitnah kepada SBY dan keluarga. Sebab, hingga kini telah ada tiga isu yang dianggap tidak benar dan tidak memiliki bukti.Ketua Tim Advokat dan Konsultan Hukum SBY, Palmer Situmorang, mengatakan bahwa ketiga isu itu adalah tudingan SBY memerintahkan KPK segera menetapkan status tersangka pada Anas Urbaningrum, gratifikasi jabatan Wakil Presiden (wapres) dengan bail out PT Bank Century dan tudingan bahwa Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima USD 200 ribu dari proyek Hambalang."Kami telah melakukan penelusuran, pengumpulan data serta bukti hukum terkait tiga isu itu. Kami pastikan bahwa ketiga tudingan itu sama sekali tidak benar. Kami juga minta para pihak yang melontarkan pernyataan tersebut melakukan klarifikasi dan menyerahkan bukti," kata Palmer di Restoran Merah Delima, Jakarta Selatan, Kamis (23/1).

Rekomendasi