Politikus Partai Golkar, Chairun Nisa, mengakui pernah menjembatani komunikasi antara Walikota Palangkaraya, Muhammad Riban Satia, saat hendak sowan ke rumah dinas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Anehnya, kunjungan itu berlangsung tak berapa lama setelah Riban dan wakilnya, Mofit Saftono Subagio, memenangkan sengketa pemilihan kepala daerah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, di MK.Nisa mengakui hal itu di dalam persidangan terdakwa kasus dugaan suap pengurusan sengketa pemilihan umum kepala daerah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, di Mahkamah Konstitusi, Hambit Bintih dan Cornelis Nalau Antun, hari ini. Tetapi, Nisa mengatakan tidak ikut mengantarkan Riban ke rumah dinas Akil pada Agustus 2013."Iya saya pernah mengirim SMS kepada Pak Akil waktu rencana silaturahim. Saya bilang, 'Pak, ada Wali Kota Palangkaraya mau silaturahim ke rumah bapak.'," kata Nisa saat bersaksi dalam sidang Hambit-Cornelis, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (23/1).Kemudian, Akil membalas pesan Nisa itu. "Oh iya, silakan saja.' Begitu kata Pak Akil," ujar Nisa.Nisa pun mengaku tidak tahu menahu soal isi pertemuan itu. Tetapi anehnya, dia pernah mendengar ada pengiriman uang Rp 2 miliar kepada Akil buat memenangkan Riban dan Mofit sebagai Walikota Palangkaraya dalam sengketa di MK.Dalam persidangan sama hari ini terungkap, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang memerintahkan menyuap Akil Rp 2 miliar supaya memenangkan duet Riban-Mofit pada pilkada Palangkaraya. Bahkan, Nisa mengaku mendengar kabar pemberian uang itu disetujui oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, dan fungsionaris lainnya, Mahyudin.
Nisa hubungkan Wali Kota Palangkaraya saat hendak sowan ke Akil
Kunjungan itu berlangsung tak berapa lama setelah Riban dan wakilnya, memenangkan sengketa di MK.
Rekomendasi