Elpiji naik, JK sebut Soekarno dan Soeharto jatuh karena energi

Menurut JK, Indonesia kaya akan sumber energi dan tambang, bahkan menjadi penyuplai energi terbesar di dunia.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Elpiji naik, JK sebut Soekarno dan Soeharto jatuh karena energi
Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menilai masalah energi menjadi persoalan mendasar Indonesia. Padahal, sumber daya alam Indonesia kaya akan hasil tambang dan energi. Bahkan, menurut JK, Indonesia menjadi penyuplai energi terbesar di dunia."Kita bersyukur bumi kita lengkap dengan semua potensi sumber daya alam. Bangsa kita begitu kaya apalagi soal energi. Hampir kebutuhan energi dunia berasal dari Indonesia," kata JK dalam Pertemuan Regional Forum Rektor Indonesia se-Sumsel di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Selasa (7/1).Pertemuan yang digelar dalam rangkaian dari pertemuan Forum Rektor Indonesia terakhir di Pulau Sumatera ini mengambil tema dengan tema besar 'Indonesia di Persimpangan Jalan: Kepemimpinan Indonesia Baru Menyongsong Era Asia'.JK mengatakan, tak jarang kekayaan energi dan hasil tambang yang dimiliki Indonesia menjadi masalah bagi pemimpin negeri. Menurutnya, dalam perjalanan sejarah bangsa beberapa kali Indonesia justru mengalami krisis energi.Alhasil, rakyat marah dan demonstrasi besar-besaran terjadi di mana-mana yang berimbas pada pemimpin negeri. JK mengatakan, tak jarang pemimpin Indonesia jatuh dari kekuasaan karena masalah energi.Contohnya Presiden Soekarno jatuh dari kekuasaannya salah satunya karena rakyat saat itu kesulitan mendapatkan minyak tanah. Hal yang sama juga terjadi pada Presiden Soeharto. Jenderal besar itu pusing tujuh keliling karena persoalan energi yang berakibat pada krisis moneter pada 1998."Kita kaya akan energi, tapi masyarakat kita sulit mendapatkan energi itu. Wajar jika beberapa pemimpin kita jatuh karena persoalan energi ini," kata JK.JK mengatakan, persoalan energi kembali muncul belakangan ini disebabkan naiknya harga elpiji 12 Kg. Menurutnya, gejolak di masyarakat tidak akan muncul jika pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tegas dalam kebijakan."Sebenarnya tidak perlu ribut karena persoalannya hanya tentang sistem distribusi dan kebijakan penjualannya saja," katanya.

Halaman
Rekomendasi