Bangkitkan semangat Mandela di Museum KAA Bandung

Pemutaran dan Diskusi Film 'Invictus, dan pameran foto Mandela dihadirkan di Museum Konferensi Asia Afrika (KAA).

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Bangkitkan semangat Mandela di Museum KAA Bandung
nelson mandela di bandung. ©2013 Merdeka.com

Di penghujung tahun 2013 kenangan akan tokoh asal Afrika Selatan, Nelson Mandela dihadirkan di Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), Jalan Asia Afrika Bandung. Dalam event bertajuk 'A Tribute to Mandela: Catatan Seorang Pejuang Kemanusiaan menampilkan serangkaian kegiatan bersifat edukasi publik.Pemutaran dan Diskusi Film 'Invictus, dan pameran foto Mandela dihadirkan di sini. Berbeda dengan acara tahun baru lainnya yang tidak lepas dengan hingar bingar, Museum KAA justru membuat wisata Museum di malam hari pada malam pergantian tahun.Museum di mana Dasasila Bandung ini dilahirkan, buka hingga pergantian tahun baru pukul 01.00 WIB di 1 Januari 2014. Semua kegiatan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Tentu masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk merasakan suasana kunjungan malam hari di komplek Museum KAA - Gedung Merdeka."Night at the Museum ini hanya ada tiga kali dalam setahun di antaranya hari Museum Internasional pada Bulan Mei, Hari Jadi Kota Bandung September dan Malam Tahun Baru," terang Kepala Museum KAA Thomas A Siregar di Museum KAA, Selasa (31/12).Sedangkan diskusi yang dilaksanakan hari ini mulai pukul 12.00-18.00 WIB menghadirkan narasumber Ketua Komunitas Film LayarKita Tobing Jr, Dosen Fisip Unpad Tomi Setiawan yang dimoderatori Lucky Ramadhan.Dia berharap melalui kegiatan ini dapat membangkitkan nasionalisme tinggi seperti apa yang pernah dilakukan Mandela. Kiprah perjuangan Mandela di Afrika Selatan sangat inspiratif. Selain memberi keteladanan Mandela dapat rekonsiliasi nasional dengan para lawan politiknya."Kisah Mandela akan tersaji semua di sini, Ini kami suguhkan sebagai pilihan kegiatan, daripada nongkrong di jalanan, kebut-kebutan, nonton kembang api dan petasan, kenapa tidak meluangkan ke museum," ungkapnya.

Rekomendasi