Kapolri Jenderal Sutarman menegaskan anak buahnya masih melakukan pengejaran teroris. Ini terbukti dengan ditangkapnya tiga orang teroris, di mana salah satunya adalah RR yang melakukan pengeboman di Viara Ekayana, Jakarta Barat, pada 24 Agustus 2013 lalu."Personel-personel Densus, intelijen, selama ini terus mengikuti teroris. Kita sudah berhasil melakukan penangkapan sehingga mudah-mudahan mengurangi kekuatan mereka," ungkap Sutarman di Mabes Polri, Rabu (18/12).Mengenai hasil tangkapan tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan Densus melakukan penangkapan terhadap RR pada Minggu (15/12) malam di Sukabumi.Hingga saat ini penanganan RR masih dalam tahap pengembangan pemeriksaan. Jadi masih mencari informasi mengenai peristiwa penempatan sejumlah barang peledak di Vihara Ekayana."Diharapkan ada perkembangan baru. Proses pemeriksaan masih berjalan karena kita ingin yakin betul setelah alat bukti cukup, sekarang alat bukti masih satu, perlu alat bukti pendukung untuk menguatkan posisi yang bersangkutan," terang Boy.Setelah seluruh alat bukti lengkap, maka kemungkinan RR menjadi tersangka semakin besar. "Alat bukti sedang diupayakan, perlu ada semacam keyakinan bagi penyidik untuk ditetapkan statusnya (RR) sebagai tersangka," tandasnya.
Jerat pelaku peledakan Viara Ekayana, polisi kurang alat bukti
"Sekarang alat bukti masih satu, perlu alat bukti pendukung untuk menguatkan posisi bersangkutan," terang Brigjen Boy.
Rekomendasi