Narapidana teroris Fadli Sadama diduga merupakan provokator saat terjadinya kerusuhan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan beberapa waktu lalu. Fadli sendiri berhasil ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia pada akhir bulan November 2013 yang lalu.Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar , Fadli yang disebut-sebut sebagai provokator kerusuhan Lapas Tanjung Gusta berdasarkan keterangan para petugas Lapas, dan beberapa napi kabur yang berhasil ditangkap."Dari hasil pemeriksaan, larinya napi di Tanjung Gusta jadi memang peran Fadli memang menonjol. Kejahatan ini kan sifatnya terorganisir. Dia lah yang termasuk menjadi provokator dalam kerusuhan itu, penghasutan kepada kawan-kawannya untuk melarikan diri," kata Boy di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/12).Boy menjelaskan, setelah melarikan dari Tanjung Gusta, Fadli lalu lari ke daerah kebun sawit di Medan, dekat kuburan China. Kemudian dijemput saudaranya dan menetap sekitar dua minggu."Setelah itu pindah ke rumah temannya selama satu minggu, kembali ke saudaranya lagi dua minggu, lalu ke Aceh sekitar satu bulan, lalu ke Medan, lalu ke Malaysia melalui jalur laut. Dari Pelabuhan Kuala Selangor Malaysia akhirnya dia menetap di Jinjang Selatan," ujarnya.Boy menambahkan, hingga saat ini Polri dan kepolisian Malaysia masih melakukan pendalaman terhadap Fadli Sadama. Untuk mengungkap temuan-temuan baru. Menurut Boy, Fadli merupakan napi yang militan yang bisa mempengaruhi napi-napi lain untuk mengikuti perintahnya."Keributan itu berawal dari provokasi. Berdalih dari masalah air listrik, kemudian itu kalau kita lihat lagi itu hanya orang-orang militan yang bisa melakukan seperti itu (provokator). Dia (Fadli) akan jauh lebih militan daripada napi-napi lain," imbuh polisi bintang satu ini.
Mabes Polri: Fadli Sadama provokator rusuh Lapas Tanjung Gusta
Fadli berhasil memprovokasi rekan-rekannya untuk rusuh dan kabur dari Lapas.
Rekomendasi