Temui SBY, PM Belanda sepakati sejumlah kerjasama

"Kunjungan PM Belanda ke Indonesia merupakan peristiwa penting dalam hubungan Indonesia-Belanda," kata Teuku.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Temui SBY, PM Belanda sepakati sejumlah kerjasama
SBY Antikorupsi dan HAM. ©Rumgapres/abror rizki

Perdana Menteri (PM) Kerajaan Belanda Mark Rutte telah tiba di Jakarta kemarin dalam rangka kunjungan empat hari di Indonesia. Sore ini, dirinya akan menemui langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memperkokoh hubungan bilateral kedua negara.Berdasarkan agenda kepresidenan, Rabu (20/11), pertemuan antara SBY dengan PM Rutte akan berlangsung mulai pukul 15.30 WIB. Upacara penyambutan Rutte sebagai tamu negara akan dilaksanakan secara penuh di Istana Merdeka, Jakarta."Kunjungan PM Belanda ke Indonesia merupakan peristiwa penting dalam hubungan Indonesia-Belanda. Diharapkan kunjungan ini akan semakin mempererat persahabatan antara kedua bangsa, dan memperkokoh kerjasama antara kedua negara," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (20/11).Selama pertemuan, kedua pemimpin akan membahas kerjasama bilateral di berbagai bidang serta langkah-langkah untuk memperkuat dan memperluas kerjasama tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan penandatangan beberapa nota kesepahaman oleh kedua delegasi dan ditutup dengan pernyataan pers bersama.Untuk menghormati PM Rutte beserta delegasi Belanda, Presiden Yudhoyono akan menyelenggarakan jamuan santap malam resmi di Istana Negara pada pukul 20.00 WIB. Selama di Indonesia, PM Rutte juga dijadwalkan akan menghadiri forum bisnis Indonesia–Belanda.Sebelum menemui PM Rutte, SBY akan melakukan rapat konsultasi dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Australia (LBBPRI Australia), Najib Riphat Kesoema. Pertemuan ini akan membahas sejumlah isu penting, salah satunya soal penyadapan yang dilakukan intelijen Australia terhadap SBY, Ibu Ani Yudhoyono dan sejumlah pejabat lainnya.Pertemuan ini akan berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB di Kantor Presiden, Jakarta. Penarikan Najib dilakukan pemerintah Indonesia sebagai bentuk protes terhadap Australia yang tidak menunjukkan itikad baik sebagai negara tetangga.

Rekomendasi