Emir Moeis yakin kasusnya segera selesai

Namun hingga kini, KPK belum mampu mengungkap siapa pelaku yang menyuap Emir dalam kasus PLTU Tarahan, Lampung.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Emir Moeis yakin kasusnya segera selesai
Emir Moeis diperiksa KPK. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Izedrik Emir Moeis mengklaim kasus yang menjeratnya sebagai tersangka suap proyek pembangunan PLTU Tarahan Lampung, hampir selesai. Emir diduga menerima suap dari PT Alstom sebesar USD 300 ribu."Sudah mau selesai," ujar Emir, di KPK, Rabu (23/10).Saat ditanya apakah pihak yang menyuap dirinya telah terungkap, Emir enggan menjawab. Emir tampak berusaha menutupi pelaku yang melakukan suap terhadap dirinya."Enggak ada. Enggak ada," sambil tertawa.Emir diduga menerima uang suap lebih dari USD 300 ribu, atau setara dengan Rp 2,9 miliar dari konsorsium pembangunan proyek, PT Alstom-Marubeni.Diduga, PT Alstom Indonesia yang berinduk kepada Alstom Incorporated, memberikan suap sebagai pelicin buat memenangkan perusahaan itu dalam pembangunan proyek PLTU Tarahan pada 2004 lalu. Saat itu, mereka bersaing ketat dengan pabrikan asal Jepang, Mitsubishi. Hal itu lantaran, dalam tiga kali penawaran harga, Alstom selalu lebih tinggi dari Mitsubishi. Baru pada evaluasi penawaran keempat, Alstom menurunkan harga.Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) yang pertama kali melacak dan mengungkap transfer uang suap itu. FBI pun sudah menangkap tiga petinggi Alstom Inc., cabang Negara Bagian Connecticut, Amerika Serikat, yakni William L. Pomponi, Frederic Pierucci, dan David Rothschild, diduga sebagai penyuap IEM. Ketiganya sudah disidangkan dan mengaku menyuap Emir. Tiga bule itu pun diancam pidana penjara selama 20 tahun di Negeri Paman Sam.Menurut pengacara Emir, Yanuar P. Wasesa, kliennya mengakui mendapat uang USD 300 ribu, tapi berdalih bukan dari Alstom. Melainkan dari kawan Emir bernama Pirooz Sharafih. Pirooz diketahui adalah kawan Emir semasa kuliah di Institut Teknologi Massachussets (Massachussets Institute of Technology / MIT).Yanuar mengakui, Pirooz pernah mengantar rombongan petinggi Alstom ke kompleks DPR dan mengenalkan mereka kepada Emir. Saat itu, mereka mempresentasikan produknya kepada Emir.Saat ditanyakan kepada Emir, apakah dirinya mau dijadikan tersangka tunggal, mantan Ketua Komisi XI DPR itu hanya mengangkat jempolnya sambil tersenyum. Hingga kini, KPK belum juga mengungkap siapa pihak pemberi suap Emir tersebut.

Rekomendasi