Besok wartawan Surabaya turun jalan tuntut Risma minta maaf

Risma dianggap arogan karena membentak dan mencaci wartawan Jawa Pos di depan umum usai Paripurna DPRD Surabaya.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Besok wartawan Surabaya turun jalan tuntut Risma minta maaf
Cagub Jatim Ir Tri Rismaharini. ©2013 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dikecam setelah membentak seorang wartawan pada Rabu (16/10) kemarin di gedung DPRD setempat. Kali ini wartawan Surabaya yang memprotes wali kota perempuan pertama di kota pahlawan itu. Bahkan, jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Surabaya, berniat turun jalan mendemo Risma, Jumat (18/10) besok.Koordinator Solidaritas Wartawan Surabaya, S Wanto mengatakan, sikap arogan Risma yang membentak seorang wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistiknya di depan umum, itu bukan cermin seorang pemimpin."Sikap seperti itu, bukan cermin seorang pemimpin. Sikap itu tidak hanya melecehkan pribadi wartawan yang dicaci maki, namun sudah melecehkan profesi wartawan," tegas Wanto, Kamis (17/10).Wanto yang juga Pimpinan Koran Nusantara tersebut menambahkan, seharusnya, Risma yang notabene-nya sebagai wali kota itu tahu bagaimana mekanisme protes dalam hal pemberitaan di media massa."Mekanismenya kan ada, jika tidak setuju dengan pemberitaan, dia bisa menggunakan hak jawab, dan juga ada somasi. Langkah itu yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin, bukan dengan cara kampungan seperti itu," keluhnya.Lebih jauh Wanto mengatakan, rencana aksi yang dilakukan Jumat besok adalah mendesak Risma untuk segera meminta maaf atas sikapnya Rabu kemarin kepada awak media.Wanto juga mengatakan, aksi yang akan dilakukan di DPRD Surabaya pada Jumat besok sekitar pukul 13.00 WIB, itu bertujuan untuk menghadang wali kota kelahiran Kediri tersebut yang akan mengikuti Sidang Paripurna di DPRD Surabaya."Kita sengaja menggelar aksi di gedung DPRD karena memang wali kota ada jadwal sidang Paripurna di DPRD Surabaya. Tujuan digelarnya aksi tersebut, sebagai pembelajaran sikap para pemimpin daerah. Aksi besok itu, juga sebagai bentuk keprihatinan atas sikap arogan wali kota. Kita berharap sikap-sikap seperti ini tidak terjadi lagi," pungkasnya.Diberitakan sebelumnya, pada Rabu kemarin, saat hendak mengikuti Sidang Paripurna di DPRD Surabaya, tiba-tiba Risma mendamprat Ilham Wancoko, wartawan asal Jawa Pos. Risma tidak senang dengan berita mobil dinas (mobdin) yang ditulis oleh Ilham.Risma memang dikenal sebagai wali kota yang keras dan tegas. Jika tidak suka, maka dia akan meluapkan uneg-unegnya secara spontan, meski di hadapan umum.Peristiwa inipun bukan yang kali pertama. Di hadapan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Kapolda Jawa Timur, Risma pernah menampar seorang Bonek. Itu terjadi pada 2011, Kapolda Jawa Timur yang masih dijabat oleh Irjen Pol (Purn) Untung S Rajab, mengadakan pertemuan dengan para suporter sepak bola se-Jawa Timur di Mapolda Jawa Timur.Acara yang bertujuan untuk mendamaikan para suporter yang berseteru itu, dihadiri Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini . Di tengah perdebatan soal kesepakatan damai antar suporter itu, seorang Bonek Mania protes. Risma yang mendengar itu, langsung menghampiri si Bonek dan langsung menamparnya. "Kamu itu bikin malu saya di hadapan Pak Gubernur dan Pak Kapolda saja. Ini itu untuk kepentingan kalian, nggak usah protas-protes," maki Risma kala itu.Bahkan, hingga di luar gedung, Risma masih marah dan memperingatkan para Bonek Mania untuk tidak bikin ulah dan menyetujui kesepakatan damai antar suporter yang digagas oleh Untung S Rajab tersebut.Tak hanya itu saja, sikap keras Risma yang tanpa kontrol ini, kerap ditunjukkan alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) tersebut, kepada para pejabat di Kota Surabaya yang tidak disiplin.

Rekomendasi