Dinas Kesehatan Kota Balikpapan tengah direpotkan dengan pemulihan balita perokok. Tercatat ada dua balita berumur 4 tahun yang menjadi perokok berat di Balikpapan Timur, Kalimantan Timur."Mereka jadi perokok berat, merokok berbungkus-bungkus sehari," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Dyah Muryani seperti yang dikutip Antara, Selasa (1/10).Dinas Kesehatan mengalami kesulitan sebab lingkungan tempat tinggal dua bocah tersebut tidak mendukung penyembuhan. "Orang-orang di sekitar kedua balita tersebut adalah perokok, terutama kedua orangtuanya," terang dia.Kedua balita itu memulai merokok karena melihat ayahnya merokok. Bahkan ketika tidak diberi rokok, anak itu akan menangis. "Akhirnya, kedua balita itu menjadi kecanduan, dan bila tidak diberi rokok, mereka akan menangis dan terus meminta kepada orang tuanya," lanjut Dyah.Bukan hanya kali ini saja ditemukan balita merokok di Indonesia. Beberapa anak di bawah umur 5 tahun juga pernah menjadi perokok berat di Indonesia. Salah satunya Sandy Santoso (4) yang saat itu ketahuan merokok dan bicara cabul dari video yang disebar di youtube.
Sandy kemudian dimasukan ke dalam lembaga rehabilitasi untuk mendapatkan lingkungan yang kondusif. Untuk menangani kasus Sandy saja waktu itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, pemerhati anak sampai lembaga sosial asing turun tangan untuk menyembuhkan Sandy yang dikenal sebagai preman cilik.