Sebuah organisasi di Sampang, Madura melakukan insiatif demi mewujudkan proses perdamaian antara kaum Sunni dan Syiah. Tanpa melibatkan pemerintah, mereka mengajak sejumlah warga agar mau berdamai (islah) dengan pengungsi Syiah.Menteri Agama Suryadharma Ali justru menuding ada pihak yang ingin memanfaatkan konflik antar warga di Sampang. Meski membuka tangan lebar-lebar untuk proses perdamaian, namun dia mengecam ada pihak yang dianggap mengambil keuntungan dalam kejadian tersebut."Saya belum tahu ya (ada proses islah). Penanganan rekonsiliasi dilakukan oleh tim pimpinan Profesor Ala, kalau ada pihak lain melakukan itu di luar pemerintah, pemerintah tidak tahu. Bisa jadi ada pihak ingin menari di atas konflik itu," ujar Suryadharma di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/9).Saat disinggung proses islah yang dilakukan pihak lain merupakan sinyal positif, dia menyebut pemerintah memiliki keinginan serupa untuk mewujudkan rekonsiliasi. Sehingga, pihak manapun yang ingin menyelesaikan konflik hendaknya melakukan hal itu bersama dengan pemerintah."Pemerintah berkepentingan rekonsiliasi terwujud. Tetapi ada pihak secara diam-diam, di luar pengetahuan pemerintah, mestinya bersama-sama saja. Pemerintah tidak tertutup pihak lain berpartisipasi untuk wujudkan rekonsiliasi. Yang tidak diharapkan, adanya pihak yang kipas-kipas," tandasnya.Selain pemerintah, pihak-pihak tersebut seharusnya juga melibatkan para ulama di sekitar Madura. Jika tidak dilakukan, dia menduga ada agenda lain dalam mengatasi permasalahan tersebut."Yang harus dilakukan, kelompok diikutsertakan ulama, karena ulama berkomitmen melakukan rekonsiliasi. Jangan-jangan ada agenda lain, mereka melakukan rekonsiliasi, besar-besaran, seakan pemerintah tidak peduli, yang dianggap tidak hadir. Banyak yang bermain dalam kasus ini," tegasnya.
Menag: Ada pihak yang ingin menari di atas konflik Sunni-Syiah
'Pemerintah berkepentingan rekonsiliasi terwujud. Tetapi ada pihak secara diam-diam, di luar pengetahuan pemerintah.'
Rekomendasi