Setiap tahun kebanjiran, Yasin dapat bantuan bedah rumah

Pria tak beristri ini tinggal bersama lima keponakannya. Rumahnya jauh dari kesan layak.

Islahudin
Oleh Islahudin - Reporter
Setiap tahun kebanjiran, Yasin dapat bantuan bedah rumah
M Yasin, penerima bantuan bedah rumah. ©2013 Merdeka.com

M Yasin (58 tahun) tak menyembunyikan raut muka gembiranya saat Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri mengunjungi rumahnya di RT 05, RW 10 Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (29/9). Sejak pagi, dia sudah bersiap menunggu tamu di depan rumahnya.Yasin adalah salah satu warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, yang menerima bantuan dari Kementerian Sosial. Yasin menuturkan, bantuan yang dia terima sebanyak Rp 10 juta dalam bentuk bahan bangunan.Ukuran rumahnya sekitar 4 X 12 meter, terdiri dari satu kamar tidur, kamar keluarga, dan satu kamar mandi. Pria tak beristri ini tinggal bersama lima keponakannya. Rumahnya jauh dari kesan layak. Tembok rumahnya dari batako dan belum dicat. Atapnya terbuat dari seng dengan plafon dari bambu.Meski begitu, dia meninggikan bagian kamar tidur dengan bambu. Dari luar terlihat seperti berlantai dua. Padahal bagian itu untuk menyimpan barang saat rumahnya disergap banjir."Rumah ini selalu banjir kalau hujan. Minimal sekitar 50 cm tinggi air. Tapi sekarang alhamdulillah ada bantuan dari Pak Menteri," kata Yasin saat ditemui merdeka.com pada Minggu (29/9).Yasin mengenang, rumah itu adalah warisan orangtuanya. Meski tiap kebanjiran tidak pernah mendapatkan bantuan, dia terus berusaha memperbaiki rumahnya dengan terus menyicil dari hasil kerjanya."Saya kerjanya serabutan. Paling bantu-bantu warga. Pendapatannya sekitar puluhan ribu rupiah untuk sehari. Cukuplah untuk kebutuhan harian," ujar Yasin.Sedangkan untuk kebutuhan lainnya, menurut Yasin, dipenuhi oleh semua keponakannya yang bekerja. Dia menuturkan, semua keponakannya putus sekolah hingga SMP, setelah itu pada kerja serabutan. Mulai mencari barang bekas hingga menjadi menjual kertas bekas.Setelah terpilih sebagai penerima bantuan bedah rumah, Yasin hanya bisa mengungkapkan syukur. Dia tidak pernah membayangkan akan mendapatkan bantuan perbaikan rumah."Setiap banjir di Jakarta dan pergantian pejabat, saya belum pernah dapat bantuan. Baru kali ini dapat," kata Yasin lebih lanjut.Sejak Jumat lalu, pihak kelurahan Bukit Duri sudah membawakan bahan bangunan untuk bedah rumah. Mulai dari pasir, semen, hingga keramik sudah tersedia di depan rumahnya. Sedangkan untuk pengerjaannya, menurut Yasin dengan gotong royong bersama warga.Kemudian diberitahu lurah pada Sabtu kemarin agar mempersiapkan diri, karena rumahnya dijadikan lokasi untuk peletakan batu pertama oleh Menteri Salim dan rombongan pada Minggu (29/9). Dia segera bergegas membereskan rumahnya untuk menyambut tamu istimewa itu.Sejak pagi tadi, Yasin sudah mematut diri dan berpakaian rapi. Dengan mengenakan kemeja putih dan celana kain coklat, tak lupa Yasin melempar senyum pada tamu yang datang ke rumahnya."Silakan masuk, ini rumah saya. Besok akan terlihat bagus. Temboknya akan dicat terus nanti lantainya dikeramik," ujar Yasin sambil menunjukkan satu keramik yang sudah terpasang secara simbolis oleh Menteri Salim.

Rekomendasi