Bentrok warga di Luwu Utara, 1 petani tewas

Warga saling serang menggunakan senjata api (senpi) rakitan jenis Paporo, anak panah, dan senjata tajam.

Agib Tanjung
Oleh Agib Tanjung - Reporter
Bentrok warga di Luwu Utara, 1 petani tewas
ilustrasi. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori

Bentrok antarwarga pecah di Desa Kariango, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Peristiwa itu terjadi Senin (23/9) kemarin sekitar pukul 06.00 WITA.Satu orang warga, Lapona alias Sabar (55), yang berprofesi sebagai petani tewas dalam insiden itu. Dia mengalami luka tembak di bagian perut."Akibat bentrokan tersebut, satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka," kata Kepala Bagian Produksi dan Dokumentasi, Kombes Pol Hilman Thayib di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/9).Hilman menjelaskan, bentrokan tersebut melibatkan warga dari dua desa yakni, Desa Kariango dan Desa Padang. Warga saling serang menggunakan senjata api (senpi) rakitan jenis Paporo, anak panah, dan senjata tajam."Tanpa alasan yang jelas warga kedua desa saling serang menggunakan senpi rakitan jenis Paporo, anak panah, dan senjata tajam," ujarnya.Tiga warga yang terluka juga berprofesi sebagai petani. Mereka adalah Idil (23) luka di bagian betis kanan, Anto (29) luka pada kaki kiri, dan Ruspian (42) luka kaki kiri dan kanan.Kasus ini masih ditangani Polres Luwu Utara, bekerja sama dengan Polda Sulsel. Hilman menambahkan, provokator bentrokan akan dijerat Undang Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Api dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara."Sudah diantisipasi Polda Sulsel. Situasi sudah kondusif," imbuh Hilman.

Rekomendasi