Memperingati Hari Tani Nasional ke-53, puluhan demonstran dari Komite Rakyat Bersatu menggelar aksi di depan Gedung Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/9) siang. Mereka menuntut pembaruan agraria, karena liberalisasi ekonomi telah menjadi bumerang bagi perekonomian nasional. Menurut Koordinator Wilayah Jawa Timur, Serikat Petani Indonesia (SPI), Basuki Rahmat mengatakan, Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5/1960 telah berusia 53 tahun. Hingga saat ini, tetap saja kemiskinan petani dan persoalan agraria belum terselesaikan. "Bukan hanya tidak terselesaikan, namun justru semakin parah. Bahkan terakhir, pada September 2013, konflik agraria di Indramayu mengakibatkan meninggalnya satu orang petani," kata Basuki.Selama penjabat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sudah empat kali dalam pidato resminya menyampaikan janji pelaksanaan pembaruan agraria dalam bentuk redistribusi lahan. "Janji itu disampaikan pada tahun 2006, 2007, 2008, dan 2010. Tidak cukup dalam pidato saja SBY menjanjikan PPAN (Program Pembaruan Agraria Nasional), hal tersebut juga masuk dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) tahun 2004-2009, Reforma Agraria juga ditempatkan sebagai strategi pengentasan kemiskinan," ujarnya.Sepanjang pemerintahan SBY sejak tahun 2004 sampai sekarang, terjadi 618 konflik agraria di seluruh wilayah Indonesia. "Dengan area konflik seluas 2.399.314,49 hektar, di mana lebih dari 731.342 KK harus menghadapi ketidakadilan agraria dan konflik berkepanjangan," katanya."Setidaknya dalam periode 2004 hingga 2012, cara-cara represif oleh aparat kepolisian dan militer dalam penanganan konflik agraria yang melibatkan petani dan komunitas adat mengakibatkan 941 orang ditahan, 396 mengalami luka-luka, 63 orang di antaranya mengalami luka serius akibat peluru aparat, 44 orang di antaranya hingga meninggal dunia," sambung dia. Di Provinsi Jawa Timur masih tetap berada di urutan pertama dalam kasus konflik agraria sepanjang tahun 2012. Dari 198 konflik agraria yang terjadi diseluruh wilayah Indonesia, 26 kasus terjadi di Jawa Timur."Konflik agraria yang ada di Jawa Timur ini tersebar di 259 desa, 136 kecamatan, dan 31 kabupaten/kota. Konflik ini melibatkan berbagai instansi pemerintah seperti, kehutanan, perkebunan (baik perkebunan swasta maupun perkebunan milik pemerintah), institusi militer, pertambangan, dan berbagai instansi pemerintah lainnya," katanya.
Peringati Hari Tani, petani di Jatim tuntut reforma agraria
Sepanjang pemerintahan SBY sejak tahun 2004 sampai sekarang, terjadi 618 konflik agraria.
Rekomendasi