Empat artefak berlapis emas di Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah yang dicuri, disinyalir merupakan pesanan seseorang. Si oknum pemesan itulah yang kini masih diselidiki penyidik."Yang jelas ada yang menginginkan, tapi siapa dia dan lokasinya di mana masih didalami," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di kantornya, Jumat (20/9).Sebagai antisipasi, penyidik telah berkoordinasi dengan pihak Bandara, Bea Cukai, Imigrasi dan juga Interpol untuk mencegah kaburnya si penerima artefak curian tersebut ke luar negeri."Penyidik sudah ke Bandara, Bea Cukai, Imigrasi dan lapor ke Interpol agar jangan sampai artefak ini ke luar negeri. Kita upayakan agar tidak ke luar negeri namun untuk keberadaannya sekarang belum diketahui," pungkasnya.Sementara itu, dari 45 saksi yang diperiksa penyidik telah mencurigai 5 orang di antara mereka. "Sedang difokuskan 5 saksi yakni bagian koleksi dan sekuriti. Akan dikembangkan ke arah keluarga 5 saksi kaitan dengan hari-hari sebelum kehilangan," tuturnya.Sebelumnya diberitakan, empat artefak berlapis emas yang dicuri itu berasal dari abad ke-IX berupa lempengan Naga Mendekam, Bulan Sabit Beraksara, Wadah Bertutup Cepuk, dan Harihara dilaporkan hilang pada Rabu (11/9).
Empat artefak yang hilang di Museum Gajah sudah dipesan orang
"Yang jelas ada yang menginginkan, tapi siapa dia dan lokasinya di mana masih didalami," kata Rikwanto.
Advertisement
Rekomendasi