Lama-lama semua emas di museum Indonesia habis dimaling

75 Koleksi emas masterpiece Museum Sonobudoyo raib digondol maling, 11 Agustus 2010. Sampai detik ini belum terungkap.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Lama-lama semua emas di museum Indonesia habis dimaling
Museum Gajah. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Empat lempengan emas abad 10 masehi diketahui hilang dari Ruang Khasanah Emas di Museum Nasional atau Museum Gajah, Jakarta. Pemerintah dinilai tak pernah belajar dari kasus pencurian emas di Museum Sonobudoyo. Lama-lama semua emas bersejarah di museum Indonesia bisa habis digondol maling."75 Koleksi emas masterpiece Museum Sonobudoyo raib digondol maling, pada tanggal 11 Agustus 2010. Sampai detik ini kasus pencurian koleksi museum di kota Gudeg tersebut masih menjadi misteri siapa pelaku dan dimana keberadaan koleksi tersebut. Belum usai kasus Museum Sonobudoyo, kini sudah muncul kasus baru, yaitu hilangnya koleksi emas dari Museum Nasional pada tanggal 11 September 2013 lalu," kata koordinator Masyarakat Advokasi Budaya (Madya) Jhohanes Marbun kepada merdeka.com, Jumat (12/9).Minimnya sistem keamanan museum hingga kelalaian penjagaan koleksi serta kelalaian pengelola museum dalam mengawasi kinerja para pekerja di Museum Nasional mencerminkan buruknya manajemen permuseuman yang dilakukan oleh Pimpinan Museum Nasional. Kejadian ini linear dengan ketidakseriusan Pemerintah RI terhadap masa depan permuseuman di Indonesia."Masak CCTV bisa mati. Apakah ini tidak dicek, bagaimana pengamanannya?" kritik Jhohanes.Menurut Jhoe, kasus pencurian yang menimpa museum gajah adalah sebuah kenaifan sekaligus kecerobohan. CCTV tidak berfungsi dan penjagaan yang kurang ketat menunjukkan kinerja museum ini jauh dari yang diharapkan masyarakat."Jangan salahkan CCTV. Itu cuma benda mati. Salahkan pengelola yang tidak memperhatikan CCTV dan keamanan. Polisi jangan cuma periksa pekerja rendahan, periksa juga kepala museum karena kelalaian," pungkasnya.

Rekomendasi