Pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kantor Pos Tigaraksa, Tangerang, masih berlangsung hingga besok. Namun, di antara kerumunan warga yang sedang berjibaku mengantre untuk mendapatkan BLSM, terlihat seorang nenek yang sedang sibuk memunguti sampah botol dan gelas air mineral. Perempuan bernama Sartiyem (60) itu tinggal di Kelurahan Kadu Agung yang tidak jauh dari kompleks Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang. Dia mengaku, sudah dua hari mengais rezeki di antara kerumunan antrean BLSM."Sejak ada pengambilan BLSM saya ke sini, tapi bukan untuk mengambil BLSM. Sebab, saya tidak dapat bantuan itu," ujar Sartiyem, Selasa (10/9).Sartiyem mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah. "Bibi mah belum pernah mendapat bantuan seumur-umur. Inilah kerjaan bibi setiap hari, memulung barang bekas di dekat kantor bupati," katanya.Tak hanya Sartiyem, seorang janda asal Tigaraksa, Suminep (50), juga tidak kebagian BLSM. "Saya ke Pos Tigaraksa mengantar saudara saya," katanya.Dia menilai pembagian BLSM tidak adil. Sebab, tidak sedikit orang tidak mampu tidak kebagian. "Malah yang dapat BLSM yang mampu, para pegawai pemda," ketusnya.
Cerita pemulung tua di Tangerang tak dapat BLSM
Sartiyem (60) justru memulung botol dan gelas minuman mineral bekas para penerima BLSM.
Rekomendasi