Polisi periksa 6 saksi soal jaksa ‘koboi’

Aksi 'koboi' Jaksa Marcos mendapat kecaman aktivis di Tangerang.

Mitra Ramadhan
Oleh Mitra Ramadhan - Reporter
Polisi periksa 6 saksi soal jaksa ‘koboi’
ilustrasi kejahatan pistol. sxc.hu

Enam orang saksi peristiwa jaksa 'koboi' sudah diperiksa Polsek Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (4/9). Meski demikian, Jaksa Marcos Panjaitan itu belum diperiksa oleh petugas. Sebelumnya, jaksa tersebut membela istrinya yang salah memarkir kendaraan di sebuah SPBU di wilayah Serpong BSD. Hal itu kemudian dilaporkan kepada manajemen SPBU ke Polsek Serpong."Sudah ada 6 saksi yang kami periksa. Yakni inisial P, M, Z, T, I dan M," ujar Kapolsek Serpong Kompol Muhammad Iqbal, saat ditemui di ruangannya, Rabu (4/9).Para saksi itu merupakan karyawan SPBU 3415317 Rawa Mekar, Serpong, Kota Tangsel. Dari hasil pemeriksaan sementara, dia melanjutkan, Jaksa Marcos Panjaitan bukan menodongkan senjata apinya, melainkan meletakkannya di atas meja petugas SPBU. "Saat kejadian, Jaksa M bukan menodong, melainkan ngomel-ngomel sembari menunjukkan senjatanya di atas meja petugas," terangnya. Karena ketakutan, salah seorang petugas SPBU pingsan lalu dilarikan ke rumah sakit.Setelah kejadian, manager SPBU dan petugas pun langsung melaporkan kejadian tak menyenangkan tersebut ke Polsek Serpong. Hingga akhirnya, enam orang saksi yang juga karyawan SPBU diperiksa polisi hingga jam 3 dini hari."Kasie Pidum Tigaraksa juga sudah mengecek kebenaran kejadiannya ke sini. Dia ingin memastikan kebenaran kronologinya," ujar Kompol Iqbal. Setelah pemeriksaan saksi ini, rencananya Jaksa Marcos akan dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangannya. "Pelaku terancam pasal 335 KHUP atas perlakuan tak menyenangkan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," tutur Kompol Iqbal.Sementara itu, aksi Jaksa Marcos mendapat kecaman aktivis di Tangerang dengan mendemo Kajari Tangerang agar mencopot Marcos.Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Tigaraksa Kabupaten Tangerang Musa mengatakan, Marcos Panjaitan merasa terpancing dengan aduan istrinya yang ribut mulut dengan salah satu karyawan di SPBU tersebut. Kemudian, dia meletakkan korek api yang mirip dengan senjata api di meja tempat manajemen SPBU itu ingin mendamaikan peristiwa itu. "Jadi Markus tidak memiliki senjata api," katanya. Ditanya jenis senjata apa korek api tersebut? "Saya kira bisa dilihat dengan kasat mata itu mainan, saya sendiri coba-coba yang keluar bukan apa-apa, tetapi api. Itu korek api, dia memang perokok," ujarnya. Ketika ditanya kemungkinan dia punya dua, yang asli dan korek api, Musa mengatakan, Marcus tidak punya senjata api, dia hanya memiliki satu-satunya itu. "Waktu permasalahan itu terjadi juga langsung diselesaikan dengan baik hari itu juga (kemarin). Jadi istrinya terburu-buru mau buang air besar, kendaraannya masuk dari arah yang seharusnya keluar . Kemudian diparkir di situ. Istrinya dapat teguran, kemudian terjadi cekcok mulut," terangnya.

Rekomendasi