Kepala BNPT: Polisi disebut setan oleh teroris

Ansyaad menyebut, polisi yang bertemu teroris bernasib sial.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Kepala BNPT: Polisi disebut setan oleh teroris
teroris. ©2012 Merdeka.com

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai menyebut penembakan dengan sasaran anggota polisi dilatarbelakangi kebencian kepada negara. Sebab, polisi yang merupakan salah satu simbol negara selalu mengganggu teroris. Teroris mengibaratkan polisi sebagai setan."Pasti mengindikasi kepada balas dendam, karena polisi itu simbol negara. Polisi itu dikatakan teroris seperti setan. Enak-enaknya mau nge-bom malah ditangkap, mau merampok ditangkap, mau merayakan hasil rampokan ditangkap," kata Ansyaad Mbai dalam diskusi 'Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme Membangun Kebersamaan Dengan Media', di Bandung, Selasa (20/8).Ansyaad mengatakan serangan itu bukan hanya ditujukan kepada polisi, namun kepada bangsa. Menurut dia, polisi korban penembakan tersebut bernasib sial bertemu dengan teroris. "Tapi jangan lihat ini serangan kepada polisi. Tapi ini serangan pada bangsa. Ketika kejadian (penyerangan) terhadap polisi itu memang sial saja. Saat polisi harus berwatak melayani masyarakat ketika sedang patroli. Tapi tahu-tahunya itu teroris. Kan sial," katanya.Dia menegaskan negara harus terus perangi aksi terorisme dan tidak boleh kalah. Sebab, dampak teroris tersebut sangat merugikan negara."Negara tidak boleh kalah. Teroris itu ketika hendak menyerang pasti ingin mengganti ideologi negara. Itu sirik. Apalagi mengganti konstitusi kita. Itu produk kafir," tegasnya.

Rekomendasi