Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei tentang era pemerintah yang paling baik dalam menentukan awal puasa dan Lebaran. Hasilnya, era Presiden ke 2 RI Soeharto paling disukai masyarakat.Peneliti LSI Rully Akbar mengatakan, era Orde Baru, Soeharto dinilai paling baik dalam menentukan awal puasa dan Lebaran. Pasalnya, saat itu tidak terjadi polemik antar Ormas dan pemerintah.Rully memaparkan, sebanyak 31,06 persen publik menyukai penentuan awal puasa dan Lebaran saat era Orde Lama atau pimpinan Presiden Soekarno. Sementara 54,47 persen publik menyukai penentuan ramadan dan lebaran pada era Soeharto."Era reformasi atau pasca Soeharto dianggap era yang paling heboh dan paling buruk dalam menentukan awal puasa atau lebaran," kata Peneliti LSI, Rully Akbar di kantornya, Rawamangun, Jakarta, Minggu (18/8).Rully menjelaskan, publik menyukai era Soeharto dikarenakan ada anggapan bahwa pada saat itu, sidang isbat dan rukiyat di orde baru tidak terekspose jelas seperti saat ini. Saat itu, kata dia, publik menilai pemerintah konsisten dalam menentukan awal lebaran dan puasa."Paling baik di era Soeharto, ini mungkin ada anggapan dulu ada sidang isbat pemerintah tidak mengekspos, polemik tidak tinggi, pemerintah konsisten walau tetap mengadakan sidang istbat," imbuhnya.Dia menambahkan, reformasi dianggap paling heboh karena saat ini publik semakin kritis menyikapi kebijakan pemerintah."Reformasi paling heboh, publik makin kritis, sidang ini dianggap hal-hal yang sifatnya bertentangan," pungkasnya.
Era Soeharto dipuji soal penentuan puasa dan lebaran
Zaman Soeharto penentuan puasa dan lebaran adem ayem. Tidak pakai ribut-ribut antar-Ormas Islam seperti sekarang.
Rekomendasi