Menag yakin warga Syiah bisa kembali ke Sampang

Ulama-ulama di Sampang sebenarnya mempunyai hubungan dekat dengan warga Syiah.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Menag yakin warga Syiah bisa kembali ke Sampang
Suryadharma Ali. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Menteri Agama Suryadharma Ali menyebut, proses rekonsiliasi sangat diinginkan oleh sejumlah ulama di Sampang, Madura. Dia melihat ada semangat persaudaraan yang sangat kuat. Dengan demikian, warga Syiah yang mengungsi pasca bentrok berdarah beberapa waktu lalu bisa kembali ke rumahnya masing-masing."Saya yang ke sana 24-25 Juli, saya menangkap betul adanya semangat persaudaraan yang sangat dalam. Setidaknya ada tiga ikatan, ikatan darah dengan pengungsi, lalu santri dengan kiai dan hubungan guru sama murid, sekurang-kurangnya hubungan bertetangga," ujar Suryadharma di Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/8).Atas alasan itu, pria yang akrab disapa SDA ini menyebut ada semangat untuk menyambut para pengungsi kembali ke kampung halamannya. Akan tetapi, ia mengakui masih ada perbedaan pandangan mengenai pemahaman agama."Mungkin menurut ulama Sampang, ajaran tajul muluk bertentangan, silakan dijelaskan. Atau barangkali menurut ajaran tajul, ajaran ulama Sampang bertentangan, silakan saling menjelaskan. Itu yang dimaksud dengan penyamaan persepsi. Selesaikan dulu itu," ungkapnya.SDA juga membantah adanya pemaksaan terhadap para pengungsi Syiah untuk bertaubat dan menandatangani ikrar pertaubatan tersebut. Sejauh ini, berdasarkan sepengetahuannya adalah program penyamaan persepsi dan pencerahan."Saya tidak tahu ada pemaksaan. Tapi yang saya tahu bahwa program penyamaan persepsi dan penyegaran, eh pencerahan, itu kesepakatan keduabelah pihak. Saya yakin seyakin-yakinnya tidak akan ada paksaan," tandasnya.

Rekomendasi