Pihak Jusuf Kalla membantah telah mengusir sekelompok tuna netra dalam acara open house yang digelar sejak pagi tadi, Jumat (9/8). Sebelumnya, Suntoni, seorang tuna netra, mengaku diusir oleh penjaga rumah mantan Wakil Presiden tersebut."Saya sudah cek ke pengawal jaga di kediaman Pak JK, Jalan Brawijaya. Tuna netra tidak mungkin diusir katanya," kata Husain Abdullah, Media Officer JK, lewat keterangan tertulis kepada merdeka.com.Hanya saja, kata Husain, para tuna netra tersebut kebetulan datang kepagian. "Sedangkan Pak JK, baru tiba dari Makassar jam 5 subuh, sehingga pengawal jaga tidak berani mengganggu istirahatnya. Karena alasan itu pengawal kesulitan mengatur untuk mempertemukan," ujar Husain.Namun demikian, kata Husain, pengawal JK sudah berusaha melayani dengan baik. "Bahkan memberinya uang transport saat meninggalkan kediaman JK," jelasnya.Menurut Husain, seandainya JK mengetahui kedatangan para penyandang disabilitas itu, "Pasti akan mempersilakan mereka masuk." "Karena Pak JK sudah biasa menghadapi berbagai lapisan masyarakat."Sebelumnya diberitakan, sekitar 10 orang tuna netra yang ingin menghadiri acara open house di rumah mantan Wapres Jusuf Kalla harus gigit jari. Alih-alih bertemu dengan tuan rumah, para penyandang disabilitas itu malah diusir."Kami cuma mau silaturahmi tapi malah diusir," ujar Suntoni, salah satu penyandang tuna netra di depan kediaman JK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/8).Para tuna netra yang berasal dari berbagai daerah di Jakarta sedih karena sudah mereka sudah menunggu sejak pagi tadi."Kecewa karena kami sudah nunggu dari pagi tapi tetap tidak bisa ketemu," kata Suntoni.Pantauan merdeka.com, para penjaga di rumah JK menghalangi para penyandang tuna netra dengan alasan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu sedang beristirahat. Alhasil kaum difabel itu terpaksa diusir dari kediaman JK."Dari berita JK itu orangnya baik tapi kenapa kita tidak boleh ketemu," keluhnya.
Pihak JK klarifikasi kehadiran tuna netra saat open house
Kata Husain, pengawal JK sudah berusaha melayani dengan baik. "Bahkan memberinya uang transport."
Advertisement
Rekomendasi