Kondisi masyarakat Indonesia masih belum bebas dari garis kemiskinan. Kementerian Sosial mencatat, sedikitnya terdapat 1,8 juta warga miskin terlantar tak dapat perhatian dari pemerintah."Saat ini, terdapat 1,8 juta lansia terlantar, ribuan rumah tidak layak huni, konflik sosial dan sebagainya yang membutuhkan penangan serius," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri saat sidak di Jalan Kalibaru Barat 4, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (04/8).untuk itu, Kemensos mengajak berbagai pihak, antara lain pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama dan adat, pemuda dan media massa untuk bersama mengentaskan kemiskinan."Kemensos tidak bisa bekerja sendirian. Butuh dukungan banyak pihak untuk mengatasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)," terangnya. Menurut Mensos, penanganan masalah sosial tidak bisa dilepaskan dari semangat kebersamaan dan nilai-nilai kesetiakawanan sosial. Misalnya, Perusahaan memposisikan corporate social responsibility (CSR). Tidak sekedar tanggung jawab, tetapi ditekankan pada nilai investasi sosial.Sidak di Cilincing, ujar Salim Segaf, salah satu upaya memotret sisi lain pembangunan kota metropolitan Jakarta yang menyisakan permasalahan sosial."Jakarta merupakan cawan peleburan, yaitu tempat bertemunya berbagai macam masalah termasuk kemiskinan, ketelantaran dan kecacatan," ujarnya.Acara sidak, dilanjutkan dengan mengunjungi Bapak Ridwan (60), di RT 14 RW 07 dengan kondisi rumah tidak layak huni di atas selokan.Selain itu, Bapak Abdul Halim Kasman (70) di RT 14 RW 07, dia tinggal sebatang kara dengan kondisi rumah tidak layak huni di jalan Kalibaru Barat 4, Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing.
Kemensos: 1,8 juta lansia hidup terlantar
"Ribuan rumah tidak layak huni, konflik sosial dan sebagainya yang membutuhkan penangan serius," kata Salim Segaf.
Rekomendasi