Pemilu 2014 menjadi tantangan pertama Komjen Pol Oegroseno menjadi Wakapolri, menggantikan Nanan Sukarna. Oegro dilantik hari ini. Dia menjawab tantangan ini dengan mengoptimalkan Babinkamtibnas dan polisi di desa-desa."Jadi pengamanan pemilu tadi kita siapkan kebijakan Kapolri 'satu desa satu polisi'. Untuk polisi yang ada di desa ini diharapkan bisa lihat syndrom, gejala-gejala apa yang akan terjadi saat menghadapi pemilu. Jadi Babinkamtibnas ini adalah polisi yang asli, yang benar-benar polisi di desa itu," kata Wakapolri, Komjen Pol Oegroseno di Rupatama Polri, Jakarta, Jumat (2/8).Menurut Oegro, hal ini menjadi satu upaya pencegahan agar kerusuhan pemilu dapat dihindari. Polisi desa ini pun diharapkan tanggap terhadap gejala kerusuhan akibat pemilu."Kalau sudah dapat gejalanya segera laporkan, nanti kita carikan obatnya yang terbaik. Jangan kayak 2004-2009 yang sudah terjadi baru dicarikan obatnya. Itu prioritas untuk 2014," ujarnya.Dalam pidato pelantikan Wakapolri, Kapolri langsung menginstruksikan Oegro untuk mengamankan pemilu 2014."Terutama menyiapkan personel keamanan pemilu termasuk sarana yang mendukung kegiatan tersebut. Kita akan informasikan kepada masyarakat," kata Kapolri, Jenderal Pol Timur Pradopo di Rupatama, Jakarta, Jumat (2/8).Oegro juga diharapkan mampu melanjutkan kinerja Wakapolri sebelumnya, Nanan Sukarna. Terutama dalam pencegahan KKN di kepolisian."Saya menaruh harapan tinggi supaya dalam mengarahkan dan mengatur kepemimpinan. Itu telah dilaksanakan dengan baik oleh Nanan. Nanan menunjukkan dengan menggalakkan semangat pelayanan prima dan anti KKN," lanjut Timur.
Baru dilantik, Oegroseno diberi PR pengamanan pemilu 2014
Kapolri juga berharap Oegroseno bisa menggantikan peran Nanan Sukarna mencegah KKN.
Advertisement
Rekomendasi