BLSM amburadul, 4 kades di Pamekasan enggan menyalurkan

Di Pamekasan, warga yang sudah berhaji tercatat sebagai penerima BLSM.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
BLSM amburadul, 4 kades di Pamekasan enggan menyalurkan
Pembagian BLSM untuk warga miskin. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Empat kepala desa di Pamekasan, Madura, Jawa Timur menolak menyalurkan bantuan langsung sementara tunai (BLSM). Mereka beralasan BLSM tidak tepat sasaran, seperti keluarga sudah berhaji tercatat menerima. karena menolak menyalurkan, PT Pos menangguhkan pencairan dana BLSM tersebut.Menurut Kepala PT Pos Pamekasan Ade Ahadiyat, keempat desa tersebut adalah Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan, Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Desa Kaduarat Barat Kecamatan Larangan dan Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan."Awalnya ada enam kepala desa yang menolak pencairan BLSM, namun dua di antaranya akhirnya menyatakan menerima," kata Ade Ahadiyat di Pamekasan, Madura, Sabtu (27/7).Kedua desa yang kini menyatakan menerima itu masing-masing Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan dan Desa Campor, Kecamatan Proppo.Hingga saat ini, kata dia, pencaiaran BLSM di Kabupaten Pamekasan sudah mencapai 92 persen, sedangkan sebanyak 8 persen sisanya akan dicairkan setelah Lebaran."Yang delapan persen ini termasuk yang menolak bantuan BLSM itu," katanya menjelaskan.Jumlah penerima BLSM di Kabupaten Pamekasan sebanyak 86.397 RTS, terbanyak di Kecamatan Batumarmar 13. 634 RTS dan Kecamatan Proppo 10. 974 RTS. Kemudian Kecamatan Waru, Pegantenan, dan Palengaan dengan alokasi lebih dari 8 ribu RTS. Sedangkan jumlah penerima bantuan paling sedikit di Kecamatan Galis, yakni 2.111 RTS.

Rekomendasi