Balai Desa dibakar, puluhan ibu di Tangerang gagal dapat BLSM

Kanit Jatanras Polresta Tangerang Iptu Noor Margantara mengatakan pihaknya sudah memeriksa saksi terkait pembakaran itu.

Mitra Ramadhan
Oleh Mitra Ramadhan - Reporter
Balai Desa dibakar, puluhan ibu di Tangerang gagal dapat BLSM
Ilustrasi. ©2013 Merdeka.com/Yan M.

Kantor Balai Desa Carenang yang terletak di Kp Nyompok Tengah Rt.16/05 Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang dibakar sekitar 50 orang. Akibatnya, puluhan ibu yang datang gagal dapat Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM)."Tak lama setelah itu rombongan ibu-ibu datang ke kantor desa untuk mengambil BLSM. Ibu-ibu itu mengaku tidak dapat BLSM dan dapat informasi ada pembagian BLSM di kantor desa. Namun, yang ditemukan massa sedang merusak kantor desa, akhirnya dia pulang," ujar Ketua RT 24/7 Kampung Solear Desa Carenang, Abdul di Tangerang, Kamis (18/7).Sementara itu, Kanit Jatanras Polres Kota Tangerang Iptu Noor Margantara mengatakan jajarannya tengah memeriksa saksi terkait pembakaran kantor desa tersebut."Sejauh ini dipolsek masih pemeriksaan saksi. Dan akan ditangani lebih lanjut dan diproses hukum, seperti kejadian di Sepatan dan Kronjo," pungkasnya.Sebelumnya, sebanyak 50 orang membakar Kantor Balai Desa Carenang yang terletak di Kp Nyompok Tengah Rt.16/05 Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Pembakaran terjadi karena warga gerah setelah mendapat informasi mereka tidak menerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Peristiwa ini terjadi pada pukul 10.00 WIB, Kamis (18/7)."Aksi bakar terjadi karena warga mencurigai yang banyak menerima BLSM itu dari keluarga Kades terpilih," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro, Jakarta.Berdasarkan informasi itu, lanjut Rikwanto, puluhan warga yang geram langsung menggeruduk balai desa untuk mencari kepala desa. Namun, warga yang sudah naik pitam itu tidak menemukan Kades. Karena kepala desa tidak ada di tempat, warga membakar sejumlah barang-barang di balai desa."Akhirnya membakar barang-barang di situ. Sebanyak 30 kursi plastik dan 1 set sofa dari Balai Desa, dibawa keluar dan dibakar," tandas Rikwanto.

Rekomendasi