Empat lembaga negara langsung menggelar rapat koordinasi soal kerusuhan yang terjadi di Lapas Kelas I Tanjung Gusta, Medan. Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Wamenkum HAM Denny Indrayana dan Kepala BNPT Ansyaad Mbai, berkumpul di kantor Kemenko Pulhukam, Jakarta.Dari hasil rapat tersebut, ada lima poin yang harus segera dilaksanakan. Pertama, warga binaan LP Tanjung Gusta dipindahkan ke LP terdekat dan harus segera direnovasi karena kapasitas Lapas sudah overload."Kedua, Polda Sumut diperintahkan untuk back-up penjagaan, penambahan personel," ujar Djoko usai menggelar rapat, Jumat (12/7).Djoko menambahkan, yang ketiga adalah pengejaran terhadap narapidana terus dilakukan dan bekerja sama dengan aparat lain. Keempat, dengan kejadian tersebut Kemenkum HAM diminta untuk antisipasi terhadap potensi kejadian pada LP masing-masing."Kelima, Presiden memerintahkan melakukan investigasi yang mendalam kepada Kapolri dan jajarannya terhadap latar belakang motif yang ada," tuturnya.Sebelumnya, menjelang maghrib kemarin, ratusan narapidana kabur setelah membakar Lapas Klas I Tanjung Gusta, Medan, Sumut. Para narapidana diduga kecewa lantaran listrik Lapas padam sepanjang hari dan menyebabkan suplai air, dan sebagainya terganggu.
5 Poin hasil rapat Polhukam soal kerusuhan Lapas Tanjung Gusta
"Presiden memerintahkan Kapolri untuk investigasi motif kerusuhan di Tanjung Gusta," ujar Djoko.
Rekomendasi