Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar tayangan lawakan dan berbau seks selama bulan Ramadan di televisi dihilangkan. Apalagi, jika tayangan lawakan itu bertentangan dengan agama."Kami imbau untuk mengurangi hal-hal yang tidak sesuai dengan bulan Ramadan, yang bertentangan dengan agama. Lawakan-lawakan itu hiburan tapi hiburan harus yang sehat," kata Ketua Bidang Infokom MUI Sinansari Ecip di Jakarta seperti dilansir dari Antara, Senin (29/4).Hal itu disampaikan oleh Sinansari dalam acara breakfast meeting dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring serta sejumlah ceo Televisi dan media. Selain tayangan lawakan, MUI juga meminta agar tayangan yang bernuansa horor, kekerasan, mistik dan seks dikurangi."Tolong hilangkan atau kalau tidak bisa dikurangi yang horor, kekerasan dan seks serta mistik," imbuhnya.Selama enam tahun belakangan ini, MUI mencermati tayangan Ramadan di televisi banyak menampilkan lawakan. Menurut dia, MUI bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) supaya tayangan-tayangan yang dianggap berpengaruh negatif dilaporkan ke KPI dan bila tidak digubris akan dilaporkan ke polisi."KPI yang berwenang memberi sanksi, berupa teguran tertulis sampai penghentian sementara tayangan," katanya.Sementara itu, Menkominfo Tifatul Sembiring juga mengimbau agar televisi menayangkan acara-acara yang mendidik dan religius terutama di bulan Ramadan. "Soal materi lawakan, tayangan Ramadan justru lawakan lebih banyak. Makanya kami mohon supaya lebih mengajak masyarakat untuk lebih religius," kata Tifatul.
MUI imbau tayangan seks dihilangkan selama Ramadan
MUI bekerja sama dengan KPI supaya tayangan-tayangan yang dianggap berpengaruh negatif dilaporkan ke KPI.
Rekomendasi