Komisi X DPR sebut Dipo Alam lebay dan sotoy

Sebelumnya, Dipo mengaku heran dengan sikap DPR yang tidak 'galak' dalam menyikapi kekacauan jadwal UN tahun ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Komisi X DPR sebut Dipo Alam lebay dan sotoy
Dipo Alam di KPK. ©2012 Merdeka.com

Sejumlah anggota Komisi X DPR geram mendengar sindiran Sekretaris Kabinet Dipo Alam soal amburadulnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Bahkan Eko Hendro Purnomo menyebut Dipo lebay."Lebay, Pak Dipo lebay sotoy, menyatakan kita tidak kerja," kata Eko di sela rapat kerja Komisi X DPR dengan Mendikbud M Nuh soal pelaksanaan UN 2013 di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (26/4).Eko pun menyarankan kepada M Nuh dan Ketua Komisi X DPR Agus Hermanto untuk melayangkan surat protes kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kita minta kirimkan surat protes yang menyatakan pembantu presiden yang lebay ini," cetusnya.Sama seperti Eko, anggota Komisi X Zulfadhli juga keras mengkritik Dipo. Di hadapan audien, Zulfadhli bahkan lantang mengulangi pernyataan Dipo dengan nada tinggi."DPR dibilang tidak galak karena sudah mempersiapkan diri menjelang 2014. DPR dibilang kongkalikong dengan Kemendikbud terkait pelaksanaan UN," kata Zulfadhli.Anggota Komisi X DPR lainnya, Reni Marlinawati meminta Dipo supaya tak lagi memperkeruh suasana. Apalagi, usia Kabinet Indonesia Bersatu tinggal setahun lagi, namun masih banyak PR yang belum diselesaikan."Kepada Pak Dipo untuk mengakhiri upaya memperkeruh suasana," ungkap Reni.Sebelumnya, Dipo mengaku heran dengan sikap DPR, terutama Komisi X. Sebab, wakil rakyat yang biasanya bersuara, kini tidak 'galak' dalam menyikapi kekacauan jadwal UN tahun ini."Agak heran kok Komisi X DPR RI anteng. Saya belum liat, biasanya agak galak, suka nanya, buat panja, gitu. Jadi, saya agak bertanya-tanya, biasanya langsung buat panja, atau meminta pengunduran diri si A, si B, tapi sekarang kok, tenang, anteng," kata Dipo di Hotel Empire, Brunei Darussalam, Rabu (24/4).Dia menambahkan, DPR selaku wakil rakyat seharusnya 'galak' atas kekacauan yang terjadi selama penyelenggaraan UN. Padahal kejadian itu membuat masyarakat dan peserta UN merasa kecewa. Dipo menduga aksi diam DPR itu terjadi karena saat ini sudah mendekati Pemilihan Umum 2014.

Rekomendasi