Jalan Ibu Ruswo, kisah rakyat kecil yang berperan bagi tentara

Pada saat perjuangan melawan penjajah Belanda, Ibu Ruswo aktif dalam membela dan melindungi martabat wanita & anak-anak.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Jalan Ibu Ruswo, kisah rakyat kecil yang berperan bagi tentara
tugu yogyakarta. blogspot.com

Nama jalan di Indonesia, hampir sebagian besar merupakan nama yang diambil dari tokoh atau tentara. Namun, tidak demikian halnya nama jalan yang satu ini. Jalan Ibu Ruswo namanya. Jalan ini terletak di Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kabupaten Kota, Yogyakarta. Bagaimana cerita Jalan Ibu Ruswo yang berada di Kota Gudeg ini?Nama Ruswo bukan diambil dari seorang nama pejuang atau tokoh terkenal di bangsa ini. Ruswo hanya seorang warga sipil, ibu rumah tangga layaknya ibu-ibu kampung pada umumnya.Tidak mudah atau bahkan tidak banyak informasi yang menjelaskan siapa itu Ibu Ruswo. Dalam buku-buku sejarah tidak banyak informasi yang menjelaskan peran ibu Ruswo. Bagaimana sejarahnya dan siapa keluarganya.Namun demikian, warga setempat, di sekitar alun-alun utara Yogyakarta, Ibu Ruswo dikenal sebagai ibu kampung yang mempelopori dan menggerakkan ibu-ibu lainnya untuk menyediakan makanan bagi tentara di zaman kemerdekaan. Dia bersama ibu-ibu kampung setempat dengan tanpa pamrih tiap hari bergelut di dapur umum.Ibu Ruswo menjadikan rumahnya yang menghadap ke barat, terletak di gang sempit paling timur di Jalan Yudonegaran atau Jalan Ibu Ruswo (sekarang ini) sebagai dapur umum. Di dapur ini, dia mengajak ibu-ibu kampung untuk memasak dan menyediakan makanan bagi para pejuang kemerdekaan.Dalam masa perang kemerdekaan, Ibu Ruswo dikenal membantu logistik para gerilyawan.Ibu Ruswo lahir pada tahun 1905 di Yogyakarta, pada saat beliau lahir orang tuanya memberi nama Kusnah. Tahun 1921, sehingga setelah perkawinannya dengan pemuda yang bernama Ruswo, beliau menggunakan nama Nyi Kusnah Ruswo Prawiroseno dan dikenal dengan Ibu Ruswo. Namun sayang perkawinannya tidak dikaruniai seorang anak.Pada saat perjuangan melawan penjajah Belanda, Ibu Ruswo aktif dalam membela dan melindungi martabat wanita dan anak-anak melalui organisasi-organisasi wanita dan organisasi sosial. Salah satunya adalah organisasi P4A (Perkumpulan Pemberantasan Perdagangan Perempuan dan Anak).Pada saat pendudukan Jepang, Ibu Ruswo berjuang melalui BPP (Badan Pembantu Prajurit), yaitu suatu badan yang didirikan untuk pembinaan terhadap tentara PETA, Heiho dan lain sebagainya. BPP berpusat di Jakarta dan diketuai oleh Oto Iskandar Dinata. Untuk Yogyakarta ditunjukPeran Ibu Ruswo sangat terasa pada masa setelah kemerdekaan. Dia aktif dalam mencukupi kebutuhan logistik dan dapur umum untuk tentara dan gerilyawan. Pada setiap pertempuran penting di Yogyakarta, Ibu Ruswo siap memberi makanan kepada para prajurit. Beliau juga mengerahkan para ibu di kota untuk membuat makanan untuk dikirim ke prajurit di garis depan. Pejuang republik seperti Soeharto sangat mengenal jasa Ibu Ruswo.Ibu Ruswo dianugerahi Bintang Gerilya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan oleh Presiden Soekarno sendiri dan bertempat di Sitinggil Kraton Yogyakarta. Ibu Ruswo meninggal pada 1960 dan namanya diabadikan menjadi nama jalan di dekat alun alun Utara, Yogyakarta.

Rekomendasi