Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan investigasi tewasnya Kapolsek Dolok Pardamean Ajun Komisaris Polisi (AKP) A Siahaan karena dikeroyok massa. Selama tiga hari, komisi menemukan indikasi adanya tebang pilih pemberantasan judi di Sumatera Utara."Kami melihat kasus judi togel masih marak di mana-mana, termasuk di wilayah Sumut. Selama ini ada indikasi pembiaran judi togel di mana-mana. Masalah apakah tebang pilih itu bisa saja terjadi," kata anggota Kompolnas Edi Hasibuan kepada merdeka.com, Senin (1/4).Edi mengatakan, tebang pilih itu dilakukan karena polisi punya maksud dan tujuan tertentu. Hal ini menyebabkan masyarakat tidak lagi percaya dan bersikap provokatif pada polisi."Kami menduga sengaja dibiarkan untuk kepentingan tertentu. Diduga begitu," kata Edi.Sebelumnya, Kapolsek Dolok Pardamean Ajun Komisaris Polisi (AKP) A Siahaan, tewas saat menggerebek kawasan perjudian di Desa Dolok Saribu, Kecamatan Dolok Pardamen, Simalungun, Sumut Rabu (27/3) malam. Dia diamuk massa setelah diteriaki sebagai maling kerbau.Kini 19 orang telah ditangkap, enam provokator dan satu adalah bandar togel, Kosdim Saragih yang semula ingin digrebek oleh kapolsek AKP A Siahaan bersama tiga anggotanya.
Kompolnas: Ada indikasi polisi tebang pilih berantas judi
Kapolsek Dolok Pardamean tewas dikeroyok massa saat menggerebek bandar judi.
Rekomendasi