SBY prihatin Kapolsek dikeroyok hingga tewas

Menurut SBY, kasus tersebut tidak seharusnya terjadi jika penegakan hukum benar-benar dijalankan dengan baik.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
SBY prihatin Kapolsek dikeroyok hingga tewas
Pemakaman Kapolsek Dolok Pardamean. ©2013 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku prihatin atas kasus pengeroyokan hingga tewas yang menimpa Kapolsek Dolok Pardamean Kompol Anumerta Andar Siahaan. Kejadian itu berlangsung saat Kapolsek tengah melakukan penangkapan terhadap tersangka kasus judi."Saya juga menyaksikan di televisi, saya prihatin betul," ucap SBY saat membuka Rapat Kabinet Terbatas soal dinamika hukum di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (1/4).SBY menilai, kasus pembunuhan dan pengeroyokan terhadap Kapolsek tidak seharusnya terjadi jika dijalankan secara profesional. Terutama, penegakan hukum benar-benar dijalankan dengan baik."Tidak perlu terjadi seperti itu kalau semua menjalankan tugas secara profesional, tidak underestimate, tidak lengah, menjalankan taktik dan teknik baik, bisa melihat situasi dan seterusnya," tandasnya.SBY menyayangkan adanya teriakan maling yang dilakukan warga terhadap korban. Alhasil, seorang aparat harus menerima pukulan, penusukan hingga tewas saat menjalankan tugasnya."Ini patut untuk terus dididik masyarakat kita semua, jangan lah melakukan tindakan seperti itu. Hukum tegakkan siapa pun bersalah harus diberikan sanksi," pungkasnya.

Rekomendasi