SBY salahkan gubernur dan aparat soal kerusuhan di Palopo

"Menurut saya upaya pencegahan yang mestinya bisa dicegah belum berjalan dengan baik," kata SBY.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
SBY salahkan gubernur dan aparat soal kerusuhan di Palopo
Ilustrasi kerusuhan. Merdeka.com/Arie Basuki

Kerusuhan yang terjadi di Palopo, Sulawesi Selatan ternyata juga membuat resah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY pun menuding aparat dan gubernur tidak tanggap untuk mengantisipasi kasus kerusuhan tersebut."Masih terjadinya aksi kekerasan di Palopo menurut saya upaya pencegahan yang mestinya bisa dicegah belum berjalan dengan baik," kata SBY saat membuka Rapat Kabinet Terbatas soal dinamika hukum di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (1/4).Menurut SBY, kerusuhan yang terjadi pasca pemungutan suara dan pengumuman pemenang kerap kali terjadi. Sehingga, potensi-potensi terjadinya penyerangan seperti pembakaran sejumlah gedung seharusnya bisa diantisipasi."Kalau sudah tahu banyak tentang itu mestinya daerah itu, pejabatnya, kepolisiannya, dan gubernurnya harus bisa antisipasi," tegas SBY.Kerusuhan yang berakhir dengan pembakaran kantor penting terjadi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Kerusuhan tersebut akibat salah satu kubu pasangan calon wali kota Palopo tidak siap menerima kekalahan.Seperti diketahui, Kota Palopo telah menggelar Pilwalkot. Pada putaran pertama, Pilwalkot tersebut diikuti oleh 9 pasangan calon, namun karena tidak ada pasangan yang mencapai angka di atas 30 persen, dilakukan pilwalkot putaran kedua. Dalam putaran kedua ini dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak kembali bertarung.Pasangan yang memperoleh suara terbanyak yakni nomor urut satu (Judas Amir-Ahmad Syaifuddin) dan pasangan nomor urut lima Haidir Basir-Tamrin kembali bertarung pada 27 Maret lalu. Dan rekapitulasi penghitungan dilakukan pagi ini di Kantor KPU Palopo.Awalnya rekapitulasi yang disaksikan ratusan massa dari kedua kubu berlangsung kondusif. Namun sekitar pukul 13.00 WITA, pendukung pasangan nomor urut lima tiba-tiba melakukan aksi anarkis dengan melempari batu dan bom molotov ke kantor KPU Palopo.Menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Endi Sutendi, 565 anggota keamanan langsung berusaha memukul mundur massa yang anarkis. Namun di saat yang bersamaan, beberapa gedung di sekitar lokasi yakni Gedung Wali kota Palopo, Kantor Golkar Palopo, Kantor Harian Palopo Pos, Kantor Panwas Palopo dan Kantor Camat Wara Timur Palopo dibakar orang tidak dikenal.

Rekomendasi