Tidak sedikit orang tertipu dengan pesan-pesan nakal yang sering masuk dalam handphone (HP). Seperti isi SMS ini. "Bang, Amel lagi kesepian bangeet neh bang. Butuh teman curhat, aku butuh belaian. Please telp Amel ya muaach .. ke no ini bang 0809xxxxxxx"Banyak orang kemudian penasaran, kemudian menelepon. Biasanya, korban terjebak menelepon dalam waktu lama karena telepon seks ini bisa bikin orang berfantasi.Menanggapi makin maraknya telepon seks ini, Sosiolog dari UIN Jakarta Musni Umar mengatakan, telepon seks seperti yang marak belakangan ini hampir sama dengan penipuan. Korban secara tidak sadar tersedot pulsanya."Saya kira bisnis seperti itu sifatnya ada unsur penipuan. Secara tidak sadar korban terbuai dengan telepon seks," kata Musni kepada merdeka.com, Minggu (24/3).Dia mengimbau agar masyarakat lebih teliti dan tidak mudah tertipu SMS-SMS nakal yang berujung telepon seks tersebut. "Harus ada penyadaran di tengah masyarakat. Gunanya untuk apa seperti telepon seks itu. Ini hanya kedok penipuan karena ujung-ujungnya adalah uang karena menyedot pulsa yang besar," ujarnya.Meski menjurus unsur penipuan, pihak kepolisian tidak bisa berbuat banyak. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, peristiwa tersebut belum bisa dijerat hukum. "Itu kan hanya obrolan semata," ujar Rikwanto."Jika sampai terjadi kopi darat, lalu ada transaksi yang terjadi baru bisa dilakukan penyelidikan," tuturnya.Transaksi yang dimaksud yakni, indikasi terjadi human trafficking. "Kalau sudah ada indikasi ke arah situ, baru nanti akan ditelusuri ke germonya, lalu bagian-bagian dari manajemen yang mengatur," sambung Rikwanto.Rikwanto menjelaskan, sesuatu perbuatan yang melanggar hukum harus dibuktikan kebenarannya. "Bicara hukum itu kan bicara soal pembuktian, jadi kalau hanya sekadar berbincang melalui telepon hingga akhirnya menyedot pulsa itu sulit dibuktikan," tutupnya.
Sosiolog: Telepon seks sama saja dengan penipuan
Dia mengimbau agar masyarakat lebih teliti dan tidak mudah tertipu SMS-SMS nakal.
Rekomendasi