Mantan kopral ngamuk, sidang pemotongan bambu berakhir ricuh

"Allahu Akbar! Saya pemimpinnya, lawan saya sini berduel dengan saya Majelis Hakim sekaligus Jaksanya," teriak Sahid.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Mantan kopral ngamuk, sidang pemotongan bambu berakhir ricuh
Sahid ngamuk di sidang pemotongan bambu. ©2012 Merdeka.com

Sidang kasus pemotongan dua batang bambu yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Suharno dengan Jaksa penuntut Umum (JPU) Trimargono di PN Mungkid, Magelang berakhir ricuh. Kericuhan ini terjadi saat Ketua Majelis Hakim Suharno menolak eksepsi dan sidang tetap dilanjutkan.Terdakwa Budi dan Munir sempat ditahan karena telah memotong dua batang bambu milik Minayah yang merupakan tetangganya sendiri. Awalnya pemotongan 2 batang bambu bertujuan untuk membersihkan bambu yang roboh di rumah Siti Fatimah (40) ibu Munir, namun, keduanya ditahan saat kasusnya dilimpahkan ke Kejari Mungkid."Menyatakan keberatan dakwaan tidak diterima. Memerintahkan perkara dengan nomor 291 dengan terdakwa keduanya (Budi dan Munir ) tetap dilanjutkan. Biaya perkara itu dibebankan kepada terdakwa," ungkap Ketua Majelis Hakim Suharno di Ruang Utama PN Mungkid Jl. Letnan Tukiyat, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin(17/12).Sidang pun langsung ricuh oleh salah seorang warga yang bernama Sahid (54) yang merupakan warga Desa Tampingan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang berteriak. "Ini tidak adil, ini tidak adil. Hukum Indonesia busuk! Tidak berprikemanusiaan," teriak Sahid yang juga kakak dari Lurah Desa Tampingan Heri Siswanto.Sahid yang merupakan mantan anggota Polda Jateng berpangkat kopral itupun berupaya untuk menghampiri Ketua Majelis Hakim Suharno dan JPU Trimargono. Namun aksi Sahid langsung dihalang-halangi oleh warga lainnya.Suasana bertambah ricuh saat ratusan warga secara serentak meneriakkan takbir di depan pintu masuk PN Mungkid. kericuhan semakin menjadi saat isak tangis beberapa ibu-ibu dan gadis pecah akibat putusan hakim melanjutkan persidangan. Ratusan pasukan Dalmas dari Polres Magelang langsung bergerak membuat brigade saat masa akan berupaya merangsek masuk ke PN Mungkid."Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Saya pemimpinnya, lawan saya sini berduel dengan saya Majelis Hakim sekaligus Jaksanya," teriak Sahid di tengah-tengah kerumunan massa dan dihalang-halangi oleh ratusan warga.Warga kemudian setelah digiring keluar dari halaman PN Mungkid oleh pasukan Dalmas. Warga pun langsung melampiaskan kemarahan dan kekecewaannya dengan melempar 50 bambu yang telah mereka bawa dalam aksi."Ini kami ganti bambunya! Ini kami ganti bambunya untuk Minayah jika tidak terima dengan dua batang bambunya yang ditebang oleh Budi dan Munir warga kami. Saya pemimpin demo dan aksinya di sini," teriak Sahid.Hingga pukul 13.15 WIB, ratusan warga Desa Tampingan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang masih berjaga-jaga di sekitar PN Mungkid Magelang. Ratusan polisi Pasukan Dalmas masih melakukan penjagaan tepat di depan pintu masuk PN Mungkid, Kabupaten Magelang.

Rekomendasi