Budayawan: Keruwetan di Indonesia imbas sebelum reformasi

Situasi saat ini menjadi semakin riuh lantaran reformasi ditunggangi oleh oknum-oknum yang bersifat munafik.

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Budayawan: Keruwetan di Indonesia imbas sebelum reformasi
Demo GMNI. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Kondisi Indonesia yang semakin ruwet dinilai telah ada sebelum reformasi. Hal itu lantas menjadi momentum bagi masuknya pengaruh liberalisasi dalam bidang perundang-undangan."Begitu banyak kepentingan asing, sehingga bangsa kita terlantar. Itu terlihat dari terjadinya pengelolaan badan usaha dan aset-aset bangsa yang tidak dikelola oleh pemerintah, melainkan oleh pihak swasta," ujar Budayawan, Mohamad Sobary, dalam diskusi bertajuk 'Negeri yang Ruwet' di Cikini, Jakarta, Sabtu (17/11).Sobari menyatakan, situasi saat ini menjadi semakin riuh lantaran reformasi ditunggangi oleh oknum-oknum yang bersifat munafik. Menurut dia, para oknum itu seolah-olah membela kepentingan nasional."Di balik semua itu ada pihak-pihak asing yang mengangkangi kepentingan nasional, seperti soal perizinan tambang yang lebih banyak dikuasai oleh asing," terang Sobari.Menyadari hal itu, Sobari lantas mengingatkan publik untuk tidak percaya pada laporan ekonomi pemerintah yang menyebut perekonomian Indonesia tumbuh dengan pesat. Ini lantaran tidak memberi dampak yang nyata bagi kesejahteraan rakyat."Jangan percaya pada pertumbuhan ekonomi yang disodorkan. Kita tidak makan angka, kita ini makan riil hasil pembangunan," pungkas dia.

Rekomendasi