Politikus Golkar disebut dalam sidang Angie

Rosa membenarkan ada anggota Komisi VIII DPR dengan nama Oheo menggiring anggaran di DPR.

Aryo Putranto Saptohutomo
Politikus Golkar disebut dalam sidang Angie
Sidang Angie. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Nama politikus Partai Golkar, Muhammad Oheo Sinapoy, disebut dalam sidang terdakwa kasus suap Wisma Atlet dan proyek pengadaan sarana dan prasarana di 16 perguruan tinggi negeri, Angelina Pinkan Patricia Sondakh. Namanya disebut oleh salah satu saksi, Bayu Widjokongko, dalam sidang lanjutan hari ini, Kamis (8/11).Menurut Bayu, dia pernah diminta oleh Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang, mengantarkan uang buat Angie, sapaan Angelina."Awalnya Bu Rosa meminta saya memberikan duit ke Angie. Tapi di tengah jalan, dia minta uang itu diberikan saja ke Wayan (Koster). Uangnya ada USD 150 ribu (senilai Rp 1,5 miliar). Tadinya Bu Rosa minta uang itu dibagi dua, masing-masing USD 75 ribu ke Angie dan Oheo. Yang memberikan ke Wayan itu saya," kata Bayu saat memberi kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/11).Pada persidangan yang lalu, Rosa membenarkan ada anggota Komisi VIII DPR dengan nama Oheo menggiring anggaran di DPR. Hal itu dikatakan Rosa menanggapi pertanyaan penasihat hukum Angie, Teuku Nasrullah. Nasrullah mengkonfirmasi keterangan mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri tersebut dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibuat saat proses penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nasrullah mengatakan, dalam BAP dikatakan Rosa semula akan memberikan uang ke anggota Komisi VIII DPR bernama samaran Oheo melalui staf Grup Permai yakni Bayu Widjokongko.
Tetapi, uang jatah Oheo itu tidak jadi diberikan karena diserahkan ke Angie yang dianggapnya lebih mendesak. Tetapi, lanjut Nasrullah, dalam BAP Bayu, yang bersangkutan mengatakan uang yang dimaksud diserahkan ke Oheo dan bukan ke Angie. "Ini di BAP Bayu, Bayu mengaku diserahkan ke Oheo, apa saudara konfirmasi ke Bayu?" tanya Nasrullah. Rosa pun mengakui dia tidak mengonfirmasi ke Bayu apakah yang tersebut diberikan ke Oheo atau Angie. Dalam kesaksian, Rosa mengaku Grup Permai kerap menggiring anggaran milik Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Agama di DPR RI. Rosa menyatakan hampir semua anggota DPR dari semua komisi bekerjasama dengan Grup Permai terkait penggiringan anggaran. Bahkan, mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, menyebut nama sejumlah anggota Komisi VIII DPR yang berhubungan dengan perusahaan milik Nazaruddin itu terkait penggiringan anggaran. "Di antaranya ada Abdul Kadir Karding, Zulkarnaen Djabar, dan Said Abdullah," kata Yulianis.Selain itu, Yulianis beberapa nama politikus lain kerap menggiring anggaran, yakni anggota Komisi III DPR, Azis Syamsuddin, dan pimpinan Banggar DPR, Olly Dondokambey.Terdakwa kasus suap alokasi anggaran Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah, Fahd A. Rafiq, pertengahan Oktober lalu pernah menyebut nama Oheo. Dia menyatakan ada seorang anggota Fraksi Golkar yang turut bermain dalam proyek di DPR."Itu Oheo Sinapoy, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar," kata Fahd usai sidang. Tetapi, Fahd tidak menjelaskan apakah Grup Permai milik terpidana kasus korupsi Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, kerap menggiring proyek di Kementerian Agama melalui Oheo, sebagaimana kesaksian Mindo Rosalina Manullang dalam sidang pertengahan Oktober lalu.

Rekomendasi