Pemulung berkurban mau pulang kampung jika pemerintah beri rumah

Mensos mengunjungi Yati di gubuknya, menyumbang sejumlah uang dan menawarkannya pulang kampung.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Pemulung berkurban mau pulang kampung jika pemerintah beri rumah
pemulung berkurban. ©2012 Merdeka.com

Yati (60), pemulung yang berkurban dua kambing di hari Idul Adha kemarin, tertarik dengan tawaran Menteri Sosial Salim-Segaf Al Jufri yang ingin memulangkannya ke kampungnya di Pasuruan, Jawa Timur. Dia berharap hal itu segera terealisasi."Ya itu tinggal nunggu hasilnya, tahu bener tau enggak. Jadi kaya emak ini enggak bisa mastiin, kalau pemerintah ngasih, kemungkinan sampai, emak tinggal tunggu," ujar Yati.Hal itu dikatakan Yati saat berbincang dengan merdeka.com di depan gubuknya, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (28/10). Sebelumnya, Mensos mengunjungi Yati di gubuknya, menyumbang sejumlah uang dan menawarkannya pulang kampung.Hanya saja perempuan tua ini bersedia pindah jika pemeritah memberikannya rumah. "Saya bersedia pindah, paling saya di sono, bapaknya yang usaha di sini. Jadi punya penghasilan sedikit, bawa ke kampung. Atau dibeliin barang mati atau barang hidup," kata Yati.Perempuan yang sudah memulung sejak tahun 1965 di Jakarta ini berencana akan bertani di kampung jika pemerintah jadi memberikannya rumah."Kalau pemerintah itu mau ngasih tempat tinggal saya, saya daripada digusur sini, digusur sono, kalau di kampung kan, kita bisa bertani, sama saja," ujar dia.Walau sudah lama tinggal di Jakarta, Yati mengaku masih mengerti cara bertani. Cara bertani diakuinya tidak akan pernah hilang karena bapaknya pun seorang petani.

Rekomendasi