Cerita erotis, dari stensil hingga internet

Satu hal yang tak berubah, penikmat cerita erotis rata-rata berasal dari kalangan anak baru gede (ABG) yang baru puber.

Laurel Benny Saron Silalahi
Cerita erotis, dari stensil hingga internet
Cerita erotis, dari stensil hingga internet

Menikmati cerita erotis tak pernah habis dimakan zaman. Jika di era tahun 80an sampai 90an novel stensilan berjaya. Kini era menikmati cerita porno di internet.

Teknologi membuat penyajian cerita panas semakin menarik. Jika dulu ilustrasi foto dicetak kabur dengan warna hitam putih, kini cerita erotis turut juga dibumbui foto wanita cantik yang menggoda dengan resolusi tinggi.

Satu hal yang tak berubah, penikmat cerita erotis rata-rata berasal dari kalangan anak baru gede (ABG) yang baru pubertas. Banyak situs cerita dewasa di internet.

Cerita di situs itu tak ubahnya seperti novel stensilan tahun 1980an dulu. Bahasanya vulgar, seringkali tanpa alur cerita yang jelas. Pembaca diajak berfantasi mulai dari hubungan seks yang normal hingga yang paling ektrim.

"Saya ikut sebuah forum cerita khusus dewasa di internet. Jadi setiap member itu membuat cerita porno. Nanti member yang lain mengomentari dan memberi poin. Kalau yang jelek dan asal, dikasih rating buruk," kata Bayu, seorang penggemar cerita erotis saat berbincang dengan merdeka.com.

Menurut mahasiswa ini, membuat cerita porno di forum-forum internet tak bisa asal-asalan. Pembaca internet biasanya ingin jalan cerita yang bagus serta fantasi yang liar. Lain dari yang biasa.

"Kalau dianggap jelek, komentarnya pedas. Diejek atau dilempar bata (istilah di internet). Kalau dulu kan pengarang novel stensilan tidak ada interaksi dengan penulis. Kalau sekarang itu kita berinteraksi dengan pembaca," katanya.

Lalu apa bangganya menulis cerita porno?

"Ada rasa senang kalau cerita kita dipuji member yang lain. Asyik saja membuat cerita erotis dan imajinasi yang di dunia nyata tak mungkin terwujud. Kesalnya kalau tiba-tiba tulisan kita dicopy ke blog atau situs lain tanpa izin dan tanpa menyebut asal-usul tulisan," tutupnya.

Rekomendasi