Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) meminta Polri untuk tidak mengaitkan isu terorisme di Indonesia dengan kelompoknya. Karena hingga kini polisi tidak dapat menunjukkan bukti keterlibatan JAT dengan teroris."Informasi yang masih belum terbukti jangan disebarkan di masyarakat, harapan kami seperti itu. Karena kalau disampaikan akan menjadi stigma di masyarakat, terutama kepada JAT," kata juru bicara JA, Sonhadi ketika bertemu dengan Karo Penum Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/10).Dalam percakapan dengan JAT, Boy mengatakan dengan fakta yang ada terkait kasus Poso, Polri berharap dugaan itu tidak benar dan JAT bisa menyakinkan kepada semua."Kami memang mengedepankan asas praduga tak bersalah. Seandainya ada kita akan luruskan, saya harap bisa clear," ujar Boy.Ketua Imaroh Wilayah Jakarta, Nanang Ainur Rofiq langsung menegaskan kedatangannya ke Mabes Polri karena Polri terlalu seringnya mengaitkan JAT dengan isu terorisme, bukan hanya di Poso ini."Beberapa waktu lalu, soal terbunuhnya Farhan di Solo, Kapolri menyatakan dengan jelas bahwa ada kaitannya dengan JAT. Kami minta para pejabat ini menahan diri dengan pernyataan yang belum jelas, sehingga memperkeruh suasana," ujar Nanang.Menurut Nanang pihaknya membantah dengan tegas keterlibatan dalam pembantaian dua polisi di Poso karena JAT tidak punya pelatihan dan tidak ada program di Poso.
JAT minta tidak kaitkan dengan teroris
"Kami minta para pejabat menahan diri dengan pernyataan yang belum jelas, sehingga memperkeruh suasana," ujar Nanang.
Rekomendasi