Perdana Menteri Australia Julia Gillard menurut rencana akan datang ke Bali, Jumat (12/10) besok. Kedatangan Julia dalam rangka menghadiri peringatan 10 tahun bom Bali.Selain Julia, acara itu juga akan dihadiri tokoh penting lainnya, yakni mantan perdana menteri Australia John Howard, ketua oposisi Australia, sejumlah pejabat Australia, Selandia Baru dan Kementerian Luar Negeri Indonesia.Namun, ancaman teror atau serangan mengintai Julia Gillard. Wakapolda Bali Brigjen Ketut Untung Yoga mengungkap adanya ancaman teror terhadap tamu VVIP itu."Dari informasi yang kita kumpulkan ada indikasi gerakan tertentu yang mengarah pada sasaran pertama VVIP yang akan hadir pada even itu," kata Ketut.Pengamanan ekstra ketat pun akan diterapkan untuk menjaga pemimpin Australia itu. 1.003 personel Polda Bali ditambah bantuan dari Mabes 118 personel siap mengamankan lokasi peringatan yakni Taman Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran dan Ground Zero di Legian Kuta. "Sniper kita sudah siapkan," ujar dia.Kapolda Bali Irjen Budi Gunawan bahkan menyatakan status pengamanan terhadap PM Australia berada pada level tertinggi. Dia menegaskan keamanan pada peringatan bom Bali akan menjadi pertaruhan Polri."Saya minta para pimpinan di lapangan betul-betul kenali tingkat dan jenis ancaman yang dihadapi," katanya.Tak hanya itu, Mabes Polri juga ikut turun tangan untuk menjaga keamanan pemimpin Australia itu. Mabes akan menurunkan Densus 88.Di sisi lain, Badan Intelijen Negara (BIN) juga mengerahkan personelnya untuk membantu keamanan."Satuan intel Polri, berjalan upaya deteksi dari Densus 88, kita berharap tidak ada yang mengkhawatirkan upaya pengamanan dari Polda Bali. Pengamanan yang langsung dipimpin bapak Kapolda Bali yang bergabung oleh anggota Mabes yaitu Densus, kegiatan berjalan seperti biasa," kata Karo Penmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di kantornya, Jakarta, Rabu (10/10).Julia Gillard sendiri mengaku tak terpengaruh atas ancaman teror terhadap dirinya. Meski mendapat ancaman, Julia akan tetap menghadiri peringatan 10 tahun bom Bali."Orang selalu memeriksa pengumuman dari Departemen Luar Negeri dan peringatan perjalanan, tapi aku ingin berada di Bali untuk acara peringatan 10 tahun," kata Gillard kepada wartawan di Canberra, seperti dikutip dari heraldsun.com.au.Menurutnya, Jumat besok akan menjadi hari pemberian penghormatan kepada para korban. Hari itu akan mengingatkan apa yang telah terjadi pada warga Australia yang menjadi korban bom Bali 10 tahun lalu.
Diteror, PM Australia tetap nekat datang ke Bali
Wakapolda Bali Brigjen Ketut Untung Yoga mengungkap adanya ancaman teror terhadap tamu VVIP itu.
Advertisement
Rekomendasi