Mahasiswa UMS simpan bahan peledak terduga teroris

"Yang bersangkutan dititipi oleh Wendi bahan pembuat bom, serbuk campuran seperti black powder," ujar Brigjen Boy Rafli.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Mahasiswa UMS simpan bahan peledak terduga teroris
bahan peledak yang ditemukan di rumah Toriq. ©2012 Merdeka.com

Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Surakarta, Andi Lala (AL) kini tengah dimintai keterangan oleh Densus 88 terkait sejumlah bahan peledak milik Wendy yang disimpan di kosnya. Bahan peledak itu salah satunya black powder."Yang bersangkutan dititipi oleh Wendi bahan pembuat bom, serbuk campuran seperti black powder perlengkapan elektronik, dan senjata tajam. Itu ditempatkan di kosan, di Jalan Menco Raya No 15 Gonilan Kartasura, Sukoharjo, Jateng," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar, Kamis (4/10).Kini barang berbahaya tersebut diamankan oleh Puslabfor, Semarang untuk diteliti lebih lanjut. "Barang-barang itu disita untuk diperiksa Puslabfor. Setelah selesai, nantinya dikembalikan ke ortunya. Proses masih berjalan, yang bersangkutan hanya dimintai keterangan, sementara sebagai saksi," kata Boy.Sebelumnya, mahasiswa semester 7 ini menyerahkan diri di Polsek Wonogiri pada 2 Oktober lalu. Kemudian dialihkan ke Polsek Sukoharjo. Dia mengaku kosan dijadikan sebagai tempat menyimpan sejumlah bahan peledak.Wendy ditangkap saat hendak melarikan diri ke Palu dan diduga akan mencari perlindungan kepada komunitas teror lain (27/9). Wendy disangkakan sebagai salah satu anggota Al-Qaeda Indonesi yang mampu merakit bom dan pernah berlatih militer di Poso bersama Santoso, DPO teroris nomor satu Densus 88.

Rekomendasi