Seniman serba bisa, Putu Wijaya (68), sudah sebulan terakhir terbaring di kamar 417, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, karena mengalami pendarahan di otak. Pengarang novel 'Merdeka' itu kini kekurangan biaya untuk pengobatan."Namanya juga pengarang, uang dari mana? Tidak punya gaji tetap, pensiun, tunjangan," ujar rekan Putu sesama seniman, Radhar Panca Dahana, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (3/10).Radhar mengatakan, selama ini Putu memang tidak merasakan penyakitnya. Baru pada saat, kakinya bergetar dan jalan mulai pincang, dia baru mengetahui ada penyakit di kepala. "Sudah pernah mau pulang dari RS, tapi kambuh lagi," kata Radhar.Melihat banyaknya seniman yang tidak mampu mencukupi biaya pengobatannya, Radhar mengusulkan, agar pemerintah juga memberi jaminan kesehatan untuk para seniman. Sebab, seniman juga berjasa membangun bangsa dalam hal kebudayaan."Kalau akademisi di-back-up, dijamin, olahragawan juga, seniman harusnya juga dong. Namanya Jamkesman. Seniman kan juga berjasa meningkatkan kebudayaan. Bedanya, seniman itu nggak mau dianggap miskin, meski sebenarnya miskin," ujarnya sambil tertawa.Selain Putu, sastrawan Hamsad Rangkuti (69) juga tengah terbaring di rumah sakit. Pengarang cerpen 'Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu' itu kini dirawat di bangsal Bethsaida RS Siloam, Karawaci."Bila sahabat hendak membantu bisa langsung ke rekening: IGN Putu Wijaya BCA 6090184855 dan Hamsad Rangkuti BCA 7150575162 a/n Girindra. Terima kasih," kata Radhar.
Pendarahan otak, Putu Wijaya kekurangan biaya pengobatan
"Kalau akademisi di-back-up, dijamin, olahragawan juga, seniman harusnya juga dong.," kata Radhar Panca Dahana.
Rekomendasi