Nyaris tidak ada sisa setelah api melahap Pasar Turi Lama Surabaya, Jawa Timur Minggu (16/9) malam. Tetapi beberapa pedagang terlihat mengais sisa-sisa tumpukan barang-barang yang sudah menjadi abu dan arang.
"Barang kali masih ada yang tersisa dan tumpukan dagangan saya yang terbakar," kata Mistirah, warga Krembangan Baru Gg Buntu, Surabaya, sambil tangannya terus mengais-ngais, sesekali matanya celingukan mencari sesuatu yang tersisa, Senin (17/9).
Setelah beberapa menit mencari-cari sesuatu, tangan perempuan paruh baya yang mengaku menempati tempat di Pasar Turi Lama sejak enam tahun silam itu, menemukan sesuatu. Janda tiga anak tersebut menemukan timbangan dan timbel 1 kg miliknya, kemudian dia kumpulkan satu persatu.
Di lokasi tempat Mistirah yang berada terpisah dari gedung utama pasar, juga masih terlihat tumpukan ketela dagangannya. "Di sini saya jualan ketela. Sudah enam tahun saya di sini, saya tak punya suami dan anak saya tiga. Stand saya habis," keluh perempuan 50 tahun itu mengiba.
Tak hanya Mistirah, beberapa pedagang lain juga terus sibuk mengai-ngais sisa-sisa dagangannya. Sementara petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), seolah tak merasa terganggu dengan keberadaan para pedagang yang berada di antara sisa-sisa tumpukan barang telah hangus terbakar.
Petugas Damkar itu sibuk dengan aktivitas pembasahan guna memastikan api tidak akan kembali muncul. Sebagin lagi, terlihat duduk melepas lelah setelah semalaman berjibaku menjinakkan api. Ada juga petugas lain yang santai menikmati nasi bungkus disediakan oleh Dinas PMK Surabaya, sebelum menggantikan teman-teman yang masih bekerja.
Sementara petugas dari Polrestabes Surabaya melihat aktivitas pedagang memunguti sisa dagangannya, melarang para pedagang membawa pergi barang-barang ditemukannya di lokasi kejadian. "Jangan diambil. Itu dipakai untuk barang bukti," kata petugas menghentikan ulah para pedagang, kemudian menjawab: "Cuma potongan besi aja pak." jawab para pedagang.
Untuk menghindari hilangnya barang-barang di lokasi, polisi kemudian memasang police line di area kejadian, dan meminta semua pedagang keluar dari lokasi, sebelum dilakukan olah TKP.