Polda Jawa Timur tiba-tiba saja melakukan pengaman ketat di pintu masuk hingga melepaskan anjing pelacak pada Rabu sore. Menurut Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Hilman Thayib, kondisi itu hanya bagian dari latihan pengamanan dan bukan karena takut kecolongan aksi teror."Tidak ada teroris di Polda Jatim. Aktivitas yang secara tiba-tiba itu hanya latihan dalam rangka pengamanan," tegas Hilman kepada wartawan di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (6/9).Meski demikian, Hilman menyadari keberadaan teroris akhir-akhir ini cukup meresahkan daerah-daerah lain. "Jadi wajar kalau Polda juga melakukan pengamanan dan kewaspadaan di lingkungan Mapolda, termasuk memeriksa semua orang yang masuk dan keluar Polda Jatim."Sebelumnya, dua pria yang diduga anggota JAT terlihat mendatangi Polda Jatim. Humas Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Son Hadi ketika dihubungi, membenarkan pria yang diketahui berinisial HW datang ke sana. HW memang pernah menjadi pengawal Abu Bakar Ba'asyir."Dia memang pernah menjadi pengawal beliau (Abu Bakar Ba'asyir). Kemarin, HW memang datang ke Polda Jatim karena dipanggil AKP Hilman (Kanit Binmas) dalam rangka mengurus surat kelakuan baik (SKCK) untuk melamar pekerjaan sebagai satpam," terang Son Haji pendek.Son Hadi mengatakan, pria yang menemani HW ke Mapolda Jawa Timur itu, bukan anggota JAT ataupun pengawal Abu Bakar Ba'asyir. "Hanya HW saja, temannya itu orang biasa," katanya lagi sebelum menutup teleponnya.Rabu sekitar pukul 11.30 WIB, Polda Jawa Timur dikejutkan informasi kedatangan dua orang tak dikenal. Dua orang tersebut secara tiba-tiba berada di lantai dua Gedung Waspada (Gedung Intel Polda Jatim). Salah satu anggota yang mengenal HW lantas menanyakan maksud kedatangannya ke Polda Jatim. Namun, ketika ditanya, HW dan rekannya tersebut kabur melalui pintu samping Gedung Waspada. "Sepertinya mereka keluar Polda melalui pintu Rumah Sakit Bhayangkara," kata seorang anggota.Pasca kepergian dua orang itu, Polda Jawa Timur meningkatkan pengamanan dengan memeriksa semua yang masuk dan keluar dari Mapolda. Bahka, anjing polisi juga dilepas untuk mendeteksi kemungkinan adanya barang berbahaya yang ditaruh dua orang yang dicurigai sebagai teroris. Hingga Rabu malam ini, Polda Jatim masih berjaga ketat.
Polda Jatim: Pengamanan diperketat dalam rangka pelatihan
Rabu siang, di lingkungan Polda Jatim terlihat seorang pria yang diketahui pengawal Abu Bakar Ba'asyir, berinisial HW.
Rekomendasi